Looking For Low Price Korean Souvenirs?

During my stay in Seoul on July – August 2013, I visited some places especially place to but korean souvenirs. As I gained experience in South Korea, I still remember people back in my hometown. My mom, my dad, my brother, my grandma and grandpa, my aunts, my uncles, my cousins, my best friend, my friends in college, etc. I wanted to give them some present or maybe a souvenirs, exactly anything that made in Korea hahaha. Before I went to Seoul, of course I seek some information about which places that sell souvenirs. Below are some places that I went there when I was in Seoul.

1. INSADONG

Insadong Market

See more info about getting to go to Insadong in here or here. I went nearby Insadong with my friends back then, but I don’t find it really interesting. Maybe I was just too tired at that time, because it was afternoon. I still remember that Insadong really a tourist-friendly place, the place was not too crowded. You can buy souvenirs in Insadong, even I didn’t go there but I suggest you to just window shopping there and ask the seller about the souvenir’s price. So when you go to another places that also sell souvenirs, you can make a price comparison.

2. DONGDAEMUN

Dongdaemun: Doota Mall

Craving for Korean style clothing? This is the right place. There were clothing stores that sell in high price and low price, you choose. There were some building, I just keep going at that time. I move to one building to another, window shopping, sometimes I enter store that captured my eyes. There were souvenir sellers inside a building or just a street seller. I asked the price, I didn’t make any judgement whether it was expensive or cheap because that was the first place I look for souvenirs. Know more about Dongdaemun and how to get there by clicking this.

3. NAMDAEMUN

Namdaemun Market

THIS IS THE PLACE. I went to namdaemun market, at that time I and my friends were going everywhere. We were so curious about every building, everything that the sellers sell. First, we were going to Tourist Information in namdaemun market. Then we took steps from one building to another, one side of street to another. I don’t really remember which building I entered, but I found korean souvenirs at good prices. Really! I only remember an ORANGE BUILDING. I entered the building, I was going here and there, the place exactly not in the 1st floor. The price is really really worth it, I even came back twice haha. Thirsd actually, the second time was like a holiday so the store was closed. Please don’t buy at the street sellers if you want low price, except you don’t mind about price. Find out about namdaemun here and namdaemun map in here.

IMG_20150108_213112

I bought some souvenirs such as keychain, refrigerator magnet, mini purse, pencel case, I even bought ceramic things. I just love the price in that orange building seller. It was worth it to spend money for souvenirs there. I am very sorry I really forget about the price, hem maybe it is 1000 Won for the pencil case. But the pencil case in the picture is 1200 Won, because it has  good colors than regular pencil case.

By the way I found out the orange building is Daedong Shopping Centre, I read about that in here. One more thing, to confirm that I am not the only one that think the orange building has cheap price for souvenirs, just read this.

Feel free to contact me if you want to know more about low price souvenirs in Seoul, maybe I can help 🙂

Image source: Source 1, Source 2, Source 3

Happy Traveling to Seoul 😀

Kerudungmu dineci atau dijahit tepi? Memang beda?

Sebagai muslimah, aktivitas membeli kerudung adalah hal yang paling familiar. Dari kerudung segi empat hingga pashmina, dari yang berwarna polos sampai bermotif. Nah pasti tahu kan kalau pinggiran kerudung kadang berbeda-beda jahitannya. Biasanya kalau tidak dineci yang dijahit tepi, terus ada gitu bedanya dineci dan dijahit tepi? Nah maka akan aku jelaskan menurut yang aku tahu ya 🙂

1. Jika Kerudungmu Segi Empat

Jilbab Segi 4

Kalau dijahit tepi, tepian (bagian pinggir) kerudungmu biasanya lebih rapi dan tidak mudah rusak. Kalau dineci, tergantung kualitas neci nya, kalau bagus ya maka tepian kerudungmu juga lebih awet.

Hijab Segi4 dipakai

Tidak masalah menurutku baik kerudung segi empat yang dijahit tepi atau dineci, karena biasanya sebelum dipakai, kerudung segi empat akan dilipat menjadi segitiga terlebih dahulu. Sehingga bagian yang membentu wajah adalah bagian yang terlipat, sehingga baik memakai ciput atau langsung dipakai akan tetap rapi.

2. Jika Kerudungmu Pashmina

Pashmina jahit tepi

Ini adalah tepian pashmina yang dijahit tepi, jelas tidak? Jadi tepian pashmina diambil sedikit, dilipat, kemudian dijahit.

pashmina dineci

Sedangkan pashmina yang dineci, tepiannya dirapihkan tidak dengan dijahit, biasanya dengan mesin. Baik mesin neci atau mesin obras yang dimodifikasi.

Pashmina dipakai

Saat memakai pashmina, biasanya kita tidak melipatnya terlebih dahulu. Iya tidak? Kalau aku sih begitu. Sehingga sisi pashmina yang akan menempel di wajah kita ya sisi tepiannya. Maka pada pashmina, bentuk tepian akan mempengaruhi bagaimana ‘jatuhnya’ pashmina di wajah kita.

memakai pashmina dijahit tepi copy

Ini saat aku memakai pashmina yang dijahit tapi, pashmina yang dijahit tepi membentuk wajahku dengan rapi. Lihat saja sisi pashmina yang terbentuk di atas dahiku.

memakai pashmina dineci

Sedangkan ini saat aku memakai pashmina yang dineci, berbeda bukan? Coba lihat sisi pashmina yang terbentuk di atas dahiku. Lebih rapi mana dibanding pashmina yang dijahit tepi? Lebih bagus yang dijahit tepi bukan? Nah makanya kalau kamu membeli pashmina lebih baik beli yang pinggirannya dijahit tepi agar lebih bagus membentuk wajah. Hem, kamu masih tidak yakin akan penjelasanku? Nah coba kamu ambil pashminamu yang satu dijahit tepi dan yang satu lagi dineci, coba deh pakai di depan cermin. Hihi

FACT!

Biasanya kerudung yang dijahit tepi lebih tinggi harganya dibanding yang dineci. Kerudung yang dijahit tepi biasanya dilakukan secara manual alias handmade, sedangkan kerudung yang dineci biasanya menggunakan mesin. Nah jelaskan kerudung yang dijahit tepi lebih perlu ketelatenan penjahitnya? Kalau tidak telaten jahit tepi yang dihasilkan tidak lurus alias keriting, ya pokoknya tidak rapi. Hehe.

Nah sekarang kamu tahu kan bedanya kerudung dijahit tepi dan dineci? Kalau penjabaranku kurang jelas, buka saja ini.

Selamat memilih kerudung 🙂

Homo/gay normal. Masa sih?

eibidifaiq

Bismillah.

“Wah lu homo ya? Ko gapernah pacaran? Waaaah….” begitulah percakapan singgih dan abin, karena singgih gapernah pacaran selama hidupnya wakakakaka. Peace ya abin singgih kalo lagi baca blog, ini bukan di niatkan untuk pencemaran nama baik. Gue juga belom pernah pacaran ko seumur hidup, ya paling harkos doang. Eeeeeh wkwkw. Serem ga sih judulnya? Gue bilang serem. Tapi pada tau gak kalo ada yang menghalalkan/membenarkan masalah LGBT ini. Ada loh ternyata. Wih.

Oke jadi kan gue jatuh cinta banget sama science. Gue coba selalu liat masalah apapun dari kaca mata science. Entah itu dari fisika, biologi, kimia, sosiologi apapun lah. Ternyata ada nih sumber yang biasa gue baca. Beliau guru biologi di zenius. Penjelasannya sumpah keren banget. Yang membahas masalah ini.  Tapi wajib di baca ya soalnya menarik banget asli. Dan kalo bisa balik lagi ke blog ini hehehe oke? http://rofalina.com/2013/11/gender-orientasi-jenis-kelamin-perbedaan.html

Gimana? mengerikan, ribet atau keren? Emang sih ga semua…

View original post 281 more words

Reminder for Women

“Tidak ada perempuan yang jelek, yang ada hanyalah perempuan malas.” – cerita sahabatku

Setuju sekali, tidak ada sama sekali perempuan yang jelek.

Aku misalnya, aku merasa tidak terlalu cantik karena tidak langsing, faktanya aku malas berolahraga.

Atau ada yang merasa tidak cantik karena karena kulitnya berjerawat, padahal sebabnya hanya malas menghindari makan cokelat.

Atau ada yang merasa kurang mancung, kurang putih? Malas yang paling fatal adalah malas menghargai diri sendiri dan bersyukur akan pemberian Tuhan.

Percayalah, tidak ada perempuan yang jelek, yang ada hanyalah perempuan malas.

Perempuan dan Pelecehan Seksual

Seorang teman perempuan dari jurusan kriminologi pernah bercerita bahwa pada suatu hari seorang dosen memintanya dan teman-teman sekelasnya untuk menuliskan tingkat kejahatan mana yang paling berbahaya. Temanku dan beberapa temannya maju ke depan untuk menuliskan pendapat mereka di papan. Ternyata temanku menyadari bahwa dari semua yang maju ke depan, semua yang perempuan menuliskan pelecehan seksual pada nomor-nomor awal dimana berarti mereka menganggap itu berbahaya, sedangkan yang laki-laki menulis pelecehan seksual pada nomor-nomor akhir. Kenyataannya semakin kesini, aku menyadari bahwa tidak sedikit perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual. Pelecehan seksual banyak macamnya, jauhkan citra pelecehan seksual adalah pemerkosaan semata. Kamu tidak percaya? Coba saja tanya beberapa teman perempuanmu. Setelah bertanya, kamu pasti akan tahu berbagai macam perlakuan-perlakuan aneh yang tergolong pelecehan seksual. Pelecehan seksual adalah kejahatan dimana hampir sebagian besar korbannya tidak akan melapor. Melapor berarti membeberkan aib. Aku percaya itu, aku pernah mengalaminya.

Makanya aku sangat setuju dengan buku Felix Siauw yang berjudul Yuk Berhijab!

Haha, setidaknya aku berasumsi dengan berhijab mengurangi potensi pelecehan seksual.

Kenapa Aku Menulis?

Kadang malas sekali untuk sekedar menulis baik di blog ataupun buku harian, padahal rasanya ingin sekali menulis. Tapi ya itu, untuk memulai sesuatu memang memerlukan usaha lebih. Ada saja alasan-alasan yang membuat aku tidak jadi menulis, bisa saja tugas kuliah yang banyak atau karena waktu terlalu luang dan aku merasa menulis masih bisa dilakukan besok, padahal belum tentu besok aku masih hidup. Huhuhu.

stephen-king-e1365369852599

Nah, mumpung sekarang sedang banyak waktu luang, aku jadi teringat lagi alasan kenapa aku menulis. Mari kuceritakan 🙂

Cerita 1

Saat itu adalah persiapan keberangkatan aku ke Korea Selatan, tepatnya di Seoul. Aku adalah tipe yang biasanya selalu melakukan persiapan, jadilah aku cari informasi sebanyak-banyaknya melalui Google. Informasi yang aku cari beragam, mulai dari bahasa sederhana untuk meminta tolong sampai untuk mengatakan bahwa aku tidak makan babi, aku juga mencari informasi tentang tempat wisata dan cara mencapai tempat wisata tersebut, serta tempat makan halal. Dari info-info yang aku dapatkan, aku pun menyadari bahwa sebagian besar informasinya berasal dari BLOG orang-orang. Tentu saja ada informasi dari situs pariwisata Korea Selatan. Tapi penjelasan di blog lebih terperinci, kadang malah disertai foto-foto yang memudahkan.

Maka, kalau aku saja merasa tertolong dengan adanya blog-blog orang lain, mengapa tidak aku mencoba menolong orang lain dengan menulis di blog sendiri bukan? Sharing is caring, right? Ya walaupun mungkin masih lebih sering aku menulis opini personal. Semoga saja berguna bagi orang lain ya.

quote-about-writing3

Cerita 2

Menulis itu tidak secepat berbicara, aku harus menahan diri walaupun rasanya ada ratusan kata yang ingin dikeluarkan dari kepalaku namun kecepatan mengetikku biasa saja. Ya, aku berlatih kesabaran dengan menulis. Selain itu, menulis membuatku belajar untuk mengorganisasikan kata-kata menjadi padu dan maknanya bisa ditangkap oleh orang lain. Pernah punya teman yang kalau berbicara cenderung tidak mudah dimengerti? Nah, percaya atau tidak, biasanya orang yang terbiasa menulis maka memiliki kemampuan berbicara yang baik dan jelas. Kuberikan contoh konkretnya, mohon maaf kalau aku menyebutkan nama.

Pada September 2013, ada sebuah seminar di kampusku. Dari beberapa pembicara, antara lain ada Febrianti Almeera dan Kholidi Asadil Alam. Kenal tidak? Baik akan kuperkenalkan. Febrianti Almeera adalah seorang penulis buku berjudul Be A Great Muslimah dan memiliki situs pribadi dimana ia menuliskan opini-opininya, aku pernah membaca salah satu tulisannya dan cukup menginspirasi. Lalu beralih ke Kholidi Asadil Alam, beliau adalah salah satu pemeran di film Ketika Cinta Bertasbih. Mereka berdua sama-sama berbicara di depan publik.

Menurut aku pribadi, saat Kholidi berbicara ya aku bisa menangkap apa yang mau dia sampaikan. Tapi penyampaian Kholidi cenderung tidak ringkas atau bisa dibilang cukup makan banyak waktu padahal inti yang mau disampaikan sama. Aku rasa Kholidi kurang terorganisir dalam berbicara. Berbeda dengan Pepew (panggilan Febrianti Almeera), selain bisa menangkap apa yang bisa disampaikan, Pepew menyampaikan materinya dengan terstruktur dari awal hingga akhir. Ada klimaksnya dimana aku sebagai pendengar saja merasa ikut terenyuh.

Jadi bedanya apa? Menurutku, menulis membantu untuk menyusun kata-kata dan lebih lanjut menyusun sebuah cerita. Menyusun dengan padu dari awal hingga akhir, dari permulaan hingga akhir yang mau disampaikan. Kalau aku pribadi tidak terlalu suka untuk mendengar suatu cerita dimana saat ditengah-tengah sedang bercerita, si pencerita menambahkan detil detil awal cerita yang terlupakan. Mengerti tidak? Tuh kan, menulis tidak mudah. Huft. Haha.

To-write-means-more-than-putting

Sumber Gambar: Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3

Semoga dapat berguna 🙂

Happy writing!

Self Reflection: Mencoba Kembali Mendekat

Akhir-akhir ini rasanya kualitas shalat menurun, padahal ini periode liburan dimana waktu luang sudah seperti banjir, lebih dari penuh mengisi keseharian. Ada juga beberapa hal lain yang mengindikasikan adanya penurunan iman. Aku kenapa ya? Padahal sehari-hari juga kalau tidak menonton drama korea, tulis-menulis blog, memantau sosial media, ya sebenarnya begitu begitu saja, tidak terlalu sibuk. Bahkan aku menjadi lebih centil, salah satu indikasi centil menurutku adalah saat aku mulai menyukai aktor dari drama korea yang aku tuntun padahal aku jarang sekali menyukai sesuatu sampai melebihi batas. Biasanya ya begitu-begitu saja dalam menyukai sesuatu. Pasti ada yang salah, sampai-sampai aku cari info-info lain dan menonton video iklan dari aktor yang ku suka itu, duh kok sampai sebegininya ya. Mungkin bagi orang yang terbiasa berkelakuan begitu ya biasa saja, tapi tidak buatku.

Mari berkaca, apa yang salah? Apa yang berubah? Lalu aku teringat suatu hadist atau ayat Al-Quran mungkin, aku tidak terlalu ingat. Disebutkan bahwa saat hati kita jauh dari Allah maka Allah akan terasa jauh pada akhirnya. Aku tahu sebenarnya apa yang harus aku lakukan. Perbaiki kualitas ibadah. Liburan memang membuat waktu terasa longgar, namun bukan jadi alasan untuk melonggarkan waktu. Hanya saja aku, malu. Malu kenapa bisa sebodoh ini malah menjauh dari-Nya. Oke aku tahu Allah Swt tidak mungkin tidak menerimaku, Dia selalu menyayangi aku. Tapi aku ya itu…..malu. Sudahlah aku hanya perlu berani, karena malu bertanya sesat di jalan. Haha.

tumblr_static_islamic-quote-real-winner

Semoga muslim-muslimah di luar sana yang sedang futur cepat kembali hatinya pada Allah Swt dan yang iman nya masih baik-baik saja, kudoakan istiqomah. Insya Allah.

Happy Holiday All! 🙂

Being Captured by Sungkyunkwan Scandal Cast

Tough I don’t want to say it, but yes, I become very lazy in this free-from-college-life-period called holiday. I end up watching some korean dramas, even I watch a drama that I have watched it before, like there are nothing to do. One of dramas that I watch is Sungkyunkwan Scandal, why I want to watch it is simply because I like books or movies related to historical thing. It brings me a sense of grateful that life is changing until now and it gets better and better anyway. Another factor why I watch the drama also because there is Yoochun that play a lead male role, I don’t really think that he is a good actor but my friend once told me a drama that involves him and that drama is good, so be it. I believe in my friend and jump to an assumption that good dramas or movies have good casts behind.

I really recommend Sungkyunkwan Scandal to be watched, it has a good flow of story and good casts who play the characters. These are some characters that play on the drama that I just screen captured from http://asianwiki.com/Sungkyunkwan_Scandal:

Sungkyn

I like Yoo Ah In who play a role as Moon Jae Shin, actually really like and I think I am on the way of becoming his fans, butterflies are flying in my heart when I see him in the drama, haha. I will mention why I like Yoo Ah In in below, because I think readers may get bored on reading more paragraph.

1. Charming and Masculine: I don’t really think he is handsome, there are so many handsome man in the world. But the more I watch him play the character, the more I realized that I really feel his musculine side on the character. He is not doing anything sweet in the drama, but still he has some moves that gets my feeling into him, haha. Sorry for being too corny.

2. Great Acting Skill: I start to search more information about Yoo Ah In and I find out that he is also play in Fashion King drama which I don’t really like. I really remember time ehen I wacth Fashion King, I stop watch in beginning episodes. It is not good I think, the drama is just like not interesting and I don’t really get what the drama wants to say to the viewers, the flow of the story is about waird. Okay, that’s just an opinion of an amateur viewer aka me. Yoo Ah In play a lead male role in the drama, he gives me a weird feeling when I watch the drama. He is just looks not handsome, not charming, he is really a different character in Fashion King. He has a good acting skill on performing different character, I bet on it. I also begin to view some of his photoshoot and yes I see some evidence that he can make so many faces. I know, many actors can do that too, but still his masculinity gets me.

1794825_770684496322544_7575761126442287722_n

391707_432333653490965_2055643276_n

3. No Plastic Surgery (Maybe): I feel really in disguise when I find out Korean celebrities are doing plastic surgery. It is too much, not being grateful on what God has gives them. I don’t really forbid plastic surgery, but it is only come into my tolerance when someone gets hurt until his/her body parts become damage and then need a plastic surgery, or anything worse. But when it comes to makes one’s face more beautiful or handsome, it is become disgusting. I have read some articles and interview of Yoo Ah In, I think he doesn’t get any plastic surgery. Just look at his slant-eyes, it just a real evidence of Korean eyes. For more evidence, just watch his early drama or movie when he was a teenager.

THE FACT is that……….

I watch Fashion King drama first than Sungkyunkwan Scandal. I really remember I don’t like the lead male role of Fashion King which is Yoo Ah In. It just not likeable to see the character he plays and I become having a really-not-like-him-feeling. I feel he is no worth of become an actor. Now, I become surprised when I look into who are the cast of Sungkyunkwan Scandal and the character that I admire is Yoo Ah In. How this life is turning my feeling upside and downside, is really is surprising. Hahaha. No wonder there is a saying that don’t like someone too much, don’t hate someone too much.

I really recommend people who are fans of Yoo Ah In or just find out his good acting skill to READ THIS http://seoulbeats.com/2012/04/yoo-ah-in-whats-up-with-your-career/.

On the article that I suggest I feel relieved that there is someone who also think that Yoo Ah In has great acting skill but his drama is neve catch viewers’ hearts. By the way, I get those images above by exploring his fanbase blog https://yooahinsikseekland.wordpress.com/photos/cfs/. One more thing, there is some of his habit that I don’t like, I don’t like people who smoke. I think he does smoke because I have seen some photo of him holding a lighter.

Warm Regards,

Me who somehow become a fans of Korean actor. Haha.