Perempuan dan Pelecehan Seksual

Seorang teman perempuan dari jurusan kriminologi pernah bercerita bahwa pada suatu hari seorang dosen memintanya dan teman-teman sekelasnya untuk menuliskan tingkat kejahatan mana yang paling berbahaya. Temanku dan beberapa temannya maju ke depan untuk menuliskan pendapat mereka di papan. Ternyata temanku menyadari bahwa dari semua yang maju ke depan, semua yang perempuan menuliskan pelecehan seksual pada nomor-nomor awal dimana berarti mereka menganggap itu berbahaya, sedangkan yang laki-laki menulis pelecehan seksual pada nomor-nomor akhir. Kenyataannya semakin kesini, aku menyadari bahwa tidak sedikit perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual. Pelecehan seksual banyak macamnya, jauhkan citra pelecehan seksual adalah pemerkosaan semata. Kamu tidak percaya? Coba saja tanya beberapa teman perempuanmu. Setelah bertanya, kamu pasti akan tahu berbagai macam perlakuan-perlakuan aneh yang tergolong pelecehan seksual. Pelecehan seksual adalah kejahatan dimana hampir sebagian besar korbannya tidak akan melapor. Melapor berarti membeberkan aib. Aku percaya itu, aku pernah mengalaminya.

Makanya aku sangat setuju dengan buku Felix Siauw yang berjudul Yuk Berhijab!

Haha, setidaknya aku berasumsi dengan berhijab mengurangi potensi pelecehan seksual.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s