Ayo Jadi Future Leaders!

Halo Teman-Teman,

Kenalin aku Dian Ratna Mahita, aku salah satu XL Future Leaders. Nah, berhubung aku mengajak kalian untuk mendaftar XL Future Leaders batch 4, mari kujelaskan beberapa hal ya 🙂

– Apa itu XL Future Leaders?

Simpelnya, XL Future Leaders adalah bentuk tanggung jawab sosial PT. XL Axiata terhadap Indonesia yang berupa program Leadership selama 2 tahun. Tujuannya adalah menciptakan Future Leaders untuk Indonesia dalam 10 tahun.

Yuk liat video mengenai XLFL di sini.

– Apa keuntungannya menjadi XL Future Leaders?

Pertama, kamu akan mendapatkan Leadership Program yang meliputi 3 fokus yaitu Leadership, Entrepreneurship and Innovation, serta Management Change. Kerennya adalah 3 fokus tadi tidak sembarangan dibuat, melainkan melalui proses riset terlebih dahulu oleh lembaga Cognition yang berbasis di Selandia Baru. Jadi, dalam Leadership Program akan ada kurikulumnya mengenai bagaimana membentuk kamu menjadi Future Leaders.

Kedua, kamu akan mendapatkan fasilitas secara GRATIS! Fasilitasnya berupa Handphone, Laptop, dan pulsa sebanyak Rp 200.000 per bulan selama 2 tahun. Kamu diberikan itu semua sebagai penunjang agar sebagai Future Leaders kamu selalu update dengan teknologi dan koneksi internetmu tetap lancar kan ada pulsa, hehe.

Ketiga, NETWORKING! Aku gamau menjelaskan lebih lanjut mengenai networking, biar kamu penasaran, hihihi. Cool banget deh networking yang bakalan didapat.

– Jadi kira-kira di Leadership Programnya itu aktivitasnya apa saja ya?

Oke, dalam Leadership Program akan ada workshop-workshop setiap bulannya selama 2 tahun. Workshop yang diberikan ya mengenai Leadership, Entrepreneurship and Innovation, serta Management Change. Workshop akan dilaksanakan secara offline dan online yang berarti kamu akan workshop face-to-face di bulan 1, di bulan 2 kamu akan workshop online.

– Workshop Offline dan Workshop Online itu maksudnya bagaimana?

Workshop Offline ya workshop yang langsung, dimana kita perlu mengikuti workshop di suatu tempat. Misalnya nih, aku kan domisili Jakarta maka aku selalu mengikuti workshop offline di Grha XL di Mega Kuningan. Workshop Online ya kamu diberikan tugas yang perlu dikerjakan cukup dari rumah.

XL Future Leaders Workshop at Grha XL, Mega Kuningan

XL Future Leaders Workshop at Grha XL, Mega Kuningan

1427551862889 1427551849263

– Aduh jadi di setiap workshop banyak tugasnya ya? Susah nggak?

Menurutku sama sekali tidak susah, tapi yang ada bikin aku perlu deep thinking. Jadi setiap bulan kita akan mendapatkan modul mengenai apa yang akan dibahas dalam workshop. Semua hal dalam modul dan workshop pada dasarnya meningkatkan kemampuan berpikir kita dan menambah kapasitas kita untuk menjadi pemimpin yang baik.

Tenang, kita punya fasilitator loh! Yah semacam mentor gitu lah. Jadi kalau aku kesusahan bisa chat, telepon, skype, atau bahkan ketemu langsung sama mentor aku. Asik deh.

– Terus, aku bakalan sibuk banget nggak ya kalau akhirnya terpilih jadi XL Future Leaders batch 4?

Dulu, aku juga ngeri bakalan sibuk. Apalagi buat kamu-kamu yang sudah berorganisasi, pasti takut nggak bisa manajemen waktu dengan baik deh, iya kan? Ngaku aja deh, hahaha. Kenyataannya, ternyata nggak sibuk-sibuk banget loh. Hem, coba aku kasih ukuran nggak sibuknya itu bagaimana. Jadi kalau kamu pernah mengalami salah satu hal di bawah ini, maka menjadi XL Future Leaders tidak akan menyita waktumu.

Kondisi 1: Dulu, kamu pernah kuliah sekaligus menjadi anggota 2/ 3 organisasi. Sekarang masih kuliah namun hanya mengikuti 1 organisasi.

Kondisi 2: Kamu sekarang hanya kuliah saja dan kadang mengikuti kepanitiaan atau volunteer.

Kondisi 3: Kamu sekarang hanya kuliah saja, ditambah les bahasa.

Kondisi 4: Kamu sekarang hanya kuliah saja.

Nah, kondisi-kondisi di atas adalah pertimbangan dari aku bahwa saat kamu menjadi XL Future Leaders, kamu akan tetap bisa memanajemen waktu dengan baik.

– Okedeh, kalau gitu proses seleksinya bagaimana ya?

Berdasarkan pengalamanku mendaftar XL Future Leaders batch 3 di tahun lalu, maka kira-kira begini pendejalasannya.

Tahap 1: Pendaftaran Online. Dulu yang daftar sekitar 12.000 orang se-Indonesia, kemudian diumumkan 2000 orang yang terpilih.

Tahap 2: Tes GMAT dan TOEFL. Jadi, dari 2000 orang itu diundang ke kantor XL terdekat untuk tes GMAT dan TOEFL. Kalau dulu, aku dan teman-temanku yang domisili di Depok, Tangerang, Bekasi, diundang tes di Grha XL di Mega Kuningan.

Tahap 3: Focus Group Discussion. Masih pada hari yang sama dengan Tes GMAT dan TOEFL, setelah istirahat makan siang langsung diumumkan orang-orang yang masuk ke tahap selanjutnya yaitu focus group discussion.

Tahap 4: Final Interview. Malam harinya setelah melalui Tahap 2 dan Tahap 3, diumumkan siapa yang lolos untuk tahap Final Interview. Alhamdulillah, aku lolos dan diundang kembali ke Grha XL untuk interview. By the way, orang yang menjadi interviewer kita itu psikolog loh bukan pegawai PT. Xl Axiata.

Tahap 5: PENGUMUMAN! Kalau tidak salah aku menunggu satu bulan atau lebih gitu, sambil berdoa sebanyak banyaknya hehe.

– Wah, tertarik banget nih. Yaudah cara daftarnya bagaimana ya?

Buka http://join.xlfutureleaders.com/register dan isi form nya.

Pada bagian Informasi Lainnya, pilih Teman XLFL lalu search nama Dian Ratna Mahita ya 🙂

Screenshot 2015-03-28 at 20.48.45

– Eh, tapi kenapa harus pilih nama Dian Ratna Mahita?

Jadi, kalau banyak orang mendaftar XL future Leaders batch 3 dengan aku sebagai perekomendasinya maka aku akan mendapatkan kompensasi. Kompensasi tersebut akan kugunakan seluruhnya untuk agenda kebaikan dan syiar Islam, in sha Allah. Ya, sebenarnya aku juga mau sih dapat uang, siapa yang gamau gitu hehe. Tapi untuk saat ini ada yang lebih penting dibanding keinginanku itu.

Sekian ya sharing mengenai XL Future Leaders dari aku, kalau ada pertanyaan silahkan dikirim ke d.r.mahita@gmail.com ya!

Have a nice day 🙂

“Yah gue nggak tau.”

“Yah gue nggak tau.”

Aku yakin, setiap orang pernah mengalami saat-saat dimana dia tidak mengerti sesuatu, tidak paham, tidak mau sok tahu dan akhirnya mengatakan…

“Yah gue nggak tau.”

Sebagai mahasiswa, aku tepatnya, sering sekali aku menjumpai 4 kata di atas. Hal yang paling menyebalkan bagiku adalah saat salah satu mata kuliah mengharuskan aku memiliki teman satu kelompok dan saat pembagian tugas, salah satu teman minta kompromi seraya berucap…

“Yah gue nggak tau.”

Biasanya aku berusaha membagi porsi-porsi kerja yang adil untuk teman-temanku. Sudah jelas bahwa kadang materi tugas kelompok tidak mudah. Bahkan beberapa materi cenderung sangat tidak mudah, nah biasanya teman kelompok yang mendapat bagian mengerjakan hal yang sangat tidak mudah tersebut yang selalu bilang…

“Yah gue nggak tau.”

Duh menyebalkan! Mari kuceritakan mengapa kalimat itu terasa menyebalkan untukku. Jadi biasanya kalau sedang pembagian tugas untuk tugas kelompok, aku membaginya sesuai kapasitas dan tingkat rajin atau tidaknya temanku. Jadi sudah jelas yang rajin akan mendapatkan materi yang cukup advance sebagai tugasnya. Menurutmu aku tidak adil ya?

Coba kuceritakan skenario lain yang pernah kulalui. Jadi saat pembagian tugas, aku berusaha seadil mungkin membagi tugas dengan sistem musyawarah, tuh pancasila banget kan aku? Haha. Eh…tapi setelah tugas dibagikan ada saja salah seorang teman yang berkata “Yah jangan yang itu dong, gue nggak tau.”

HELLOW! Dia kira aku tahu apa materi yang menjadi bagianku, tidak, aku juga belum tahu. Itulah gunanya ada textbook, ya untuk dibaca. Duh, kesal tidak lihat kelakuan seperti itu? Belum juga usaha tapi sudah protes. Atau skenario lain dimana salah seorang teman mendapat bagian tugas yang sangat tidak mudah dan ia malah mengerjakan tugas tersebut sesuai common sense nya.

UGH! HELLOW AGAIN! Tolong deh, aku saja yang baca hasil tugas dia mengerti kalau itu common sense. Aku loh, yang cuma mahasiswi biasa dengan tingkat kepintaran yang (maunya) luar binasa, bisa mengerti. Apalagi dosen kan? Huft. Kalau sudah begitu biasanya aku tanya ke temanku kenapa hasil kerja dia seperti itu, nah lagi lagi biasanya jawabannya itu “Yah, kan gue nggak ngerti.” Oh Ya Allah, My God, My Almighty! Kenapa sih dia tidak baca buku saja? Atau minimal googling? Iya tidak? Atau paling mudah, tanya dengan yang paham. Semudah itu coba dia meningkatkan potensi tugas kelompok menjadi tidak berkualitas. Huhuhu.

Hemm, menurutmu aku idealis? Terlalu rajin? Iya dong. Aku pintar-pintar amat ya tidak, cantik-cantik amat juga tidak, keturunan konglomerat pun bukan, jadi biarkan rajin menjadi investasiku di masa depan. Aku juga pernah kok merasa malas, tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk no excuse sehingga aku tidak dikecewakan orang lain, betul apa betul?

Eh tunggu tunggu, kan kita tahu ya kalau biasanya suatu hal menimpa kita karena kita kurang beramal atau bisa jadi kita tertimpa hal buruk karena kita pernah melakukan hal buruk yang sama kepada orang lain. Waduh! Jadi……….bisa jadi……..aku sering menzolimi orang lain sampai-sampai aku juga sering dibuat susah sama temanku. Astagfirullahaladzim. Aaaakkk! Semangat! Semoga aku bisa mengurangi untuk merepotkan orang lain.

Image Source: this and that