“Yah gue nggak tau.”

“Yah gue nggak tau.”

Aku yakin, setiap orang pernah mengalami saat-saat dimana dia tidak mengerti sesuatu, tidak paham, tidak mau sok tahu dan akhirnya mengatakan…

“Yah gue nggak tau.”

Sebagai mahasiswa, aku tepatnya, sering sekali aku menjumpai 4 kata di atas. Hal yang paling menyebalkan bagiku adalah saat salah satu mata kuliah mengharuskan aku memiliki teman satu kelompok dan saat pembagian tugas, salah satu teman minta kompromi seraya berucap…

“Yah gue nggak tau.”

Biasanya aku berusaha membagi porsi-porsi kerja yang adil untuk teman-temanku. Sudah jelas bahwa kadang materi tugas kelompok tidak mudah. Bahkan beberapa materi cenderung sangat tidak mudah, nah biasanya teman kelompok yang mendapat bagian mengerjakan hal yang sangat tidak mudah tersebut yang selalu bilang…

“Yah gue nggak tau.”

Duh menyebalkan! Mari kuceritakan mengapa kalimat itu terasa menyebalkan untukku. Jadi biasanya kalau sedang pembagian tugas untuk tugas kelompok, aku membaginya sesuai kapasitas dan tingkat rajin atau tidaknya temanku. Jadi sudah jelas yang rajin akan mendapatkan materi yang cukup advance sebagai tugasnya. Menurutmu aku tidak adil ya?

Coba kuceritakan skenario lain yang pernah kulalui. Jadi saat pembagian tugas, aku berusaha seadil mungkin membagi tugas dengan sistem musyawarah, tuh pancasila banget kan aku? Haha. Eh…tapi setelah tugas dibagikan ada saja salah seorang teman yang berkata “Yah jangan yang itu dong, gue nggak tau.”

HELLOW! Dia kira aku tahu apa materi yang menjadi bagianku, tidak, aku juga belum tahu. Itulah gunanya ada textbook, ya untuk dibaca. Duh, kesal tidak lihat kelakuan seperti itu? Belum juga usaha tapi sudah protes. Atau skenario lain dimana salah seorang teman mendapat bagian tugas yang sangat tidak mudah dan ia malah mengerjakan tugas tersebut sesuai common sense nya.

UGH! HELLOW AGAIN! Tolong deh, aku saja yang baca hasil tugas dia mengerti kalau itu common sense. Aku loh, yang cuma mahasiswi biasa dengan tingkat kepintaran yang (maunya) luar binasa, bisa mengerti. Apalagi dosen kan? Huft. Kalau sudah begitu biasanya aku tanya ke temanku kenapa hasil kerja dia seperti itu, nah lagi lagi biasanya jawabannya itu “Yah, kan gue nggak ngerti.” Oh Ya Allah, My God, My Almighty! Kenapa sih dia tidak baca buku saja? Atau minimal googling? Iya tidak? Atau paling mudah, tanya dengan yang paham. Semudah itu coba dia meningkatkan potensi tugas kelompok menjadi tidak berkualitas. Huhuhu.

Hemm, menurutmu aku idealis? Terlalu rajin? Iya dong. Aku pintar-pintar amat ya tidak, cantik-cantik amat juga tidak, keturunan konglomerat pun bukan, jadi biarkan rajin menjadi investasiku di masa depan. Aku juga pernah kok merasa malas, tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk no excuse sehingga aku tidak dikecewakan orang lain, betul apa betul?

Eh tunggu tunggu, kan kita tahu ya kalau biasanya suatu hal menimpa kita karena kita kurang beramal atau bisa jadi kita tertimpa hal buruk karena kita pernah melakukan hal buruk yang sama kepada orang lain. Waduh! Jadi……….bisa jadi……..aku sering menzolimi orang lain sampai-sampai aku juga sering dibuat susah sama temanku. Astagfirullahaladzim. Aaaakkk! Semangat! Semoga aku bisa mengurangi untuk merepotkan orang lain.

Image Source: this and that

Advertisements

One thought on ““Yah gue nggak tau.”

  1. Menyebalkan memang, mengingatkan wajib. Urusan sadar atau tidak bukan tugas kita, tapi tetap kita wajib memikirkannya, agar tetap kreatif dan semangat mengingatkannya. Itu adalah ciri manusia sejati. Tetaplah semangat untuk manfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s