Mendaftar NIDA Summer Camp

Pada tulisan (atau lebih tepat disebut ketikan) kali ini, aku akan menceritakan tentang pengalamanku menjadi peserta dalam 4th NIDA Summer Camp “Sufficient Economy for Sustainable Development.” Sebelumnya mari aku jelaskan apa itu NIDA supaya kamu tidak roaming, hehe. NIDA ialah nama kampus di Bangkok, Thailand. Kepanjangan dari NIDA adalah National Development of Development Administration. NIDA adalah kampus untuk program S2 dan S3, sehingga tidak ada undergraduate program.

  1. Kepo

Seperti biasa, aku yang memang selalu penuh rasa ingin tahu (dan ingin tempe, serta ayam goreng, ditambah nasi uduk, wgwgwg #abaikan) alias kepo ini selalu saja lihat-lihat social media. Biasanya aku memantau kesempatan di twitter @kampusupdate atau @IDstudentjob, seperti yang pernah aku tuliskan disini. Selain itu, aku juga biasanya kepo kesempatan ke luar negeri dengan memantau website International Office kampusku yaitu international.ui.ac.id lalu eksplor-eksplor deh.

Alhamdulillah, aku menemukan kesempatan 4th NIDA Summer Camp ini. Hal yang paling membuatku mupeng adalah karena kegiatan ini GRATIS kecuali biaya pesawat. Yah, dari informasi yang tersedia kira-kira ini yang gratis:

  • Penginapan
  • Makan sehari-hari
  • Biaya Wisata

Hal yang paling membuat semangat tinggi adalah saat melihat itinerary yang disediakan. Nih ya aku berikan deh itinerary, biar kamu ikutan tahun depan hehehe.

Itinerary 4th NIDA Summer Camp

Bagaimana seru kan? Asik kan? Alhamdulillah kan? Tuh ya, selama kita mau mencari kesempatan, in sha Allah kesempatan selalu terbentang kok.

  1. Mengajukan Pendaftaran

Setelah aku buka situs NIDA dan membaca mengenai 4th NIDA Summer Camp, akhirnya aku mengetahui proses pendaftarannya. Aku rasa sih bisa saja aku daftar sendiri ke NIDAnya, tapi menurut informasi di situs International Office (IO) ya aku perlu mendaftar melalui IO kampusku. Yasudahlah ya, lewat IO saja kayaknya lebih resmi.

Tapi sih ya, dari IO agak bagaimana gitu. Jadi gini, IO itu mensyaratkan beberapa hal seperti minimal dan maksimal semester berapa, skor TOEFL berapa, dsb agar bisa ikut 4th NIDA Summer Camp. Intinya sih IO akan menyeleksi terlebih dahulu, huhuhu. Yah, bagaimana yah, berarti kan jadinya makin dipertipis saja kesempatan ini. By the way, yaudah tidak apa-apa.

Berikut ini ialah prosedur pendafraran yang aku lalui.

  • Mengisi Formulis Aplikasi

Standar saja kok, ya isi saja gitu formulirnya.

  • Melampirkan Paspor

Aku scan bagian Identitas Diri di paspor.

  • Melampirkan Transkrip Nilai

Aku mintakan Transkrip Nilai di fakultasku.

  • Membuat Esai

Ada tema tertentu, sehingga esainya tidak bebas tema. Dituliskan dalam bahasa Inggris dan minimal 1000 kata. Hahaha, bayangkan betapa aku perlu berpikir lebih dan membaca sana-sini. Kalau tidak salah esainya tentang Sufficient Economy sesuai tema NIDA Summer Camp 2015 ini.

  • Membuat Motivation Letter

Aku buat 1 halaman motivation letter dalam bahasa Inggris tentunya.        Biasanya sebelum membuat motivation letter, aku googling sana-sini dulu supaya motivation letter buatanku tidak kalah bagus dengan buatan orang lain. Hehe.

  • Melampirkan Curricculum Vitae (CV)

Duh perlu sekali loh membuat CV sejak awal masuk kuliah serta selalu memperbaruinya. Jadi kalau ada persyaratan yang meminta CV, kita sudah siap.

  1. Pengumuman!

Setelah menunggu kira-kira 1 bulan lebih, akhirnya datanglah sebuah e-mail yang sangat Alhamdulillah. Yaudah deh, aku diminta konfirmasi dan diminta mengirimkan jadwal keberangkatan serta detail penerbangannya.

Daftar NIDA 2

  1. Persiapan sebelum ke Thailand

Tiket Pesawat

Selain konfirmasi, tentunya aku perlu membeli tiket pesawat dan itu berarti butuh uang dong ya syalalalala. Mana aku suka gaya-gaya-an, maunya pakai maskapai Garuda Indonesia. Yah, karena selain pelayanannya bagus, bangga saja gitu, huhu maafkan padahal belum bisa cari uang. Akhirnya aku bicarakan dengan Ibuku. Awalnya Ibuku menyarankan pakai maskapai AirAsia atau Tiger Air. Duh, tapi aku tidak mau.

Hem bagaimana ya, seorang temanku bilang pesawat AirAsia jelek soalnya, tapi ada juga sih temanku yang bilang menggunakan AirAsia itu asik karena murah, bisa pakai bagasi dan dapat makan juga. Anyway, pemilihan pesawat itu kan taruhannya keselamatannya jiwa kan ya? Yaudah aku akhirnya pakai Thai Airways aja hahahaha.

Jadi emang sih ada diskon 20% tiket Garuda Indonesia untuk sivitas akademika UI, tapi tetap saja masih mahal. Kalau tidak salah seperti ini.

Tiket Garuda Indonesia setelah diskon       : IDR 5.800.000

Tiket Thai Airways                                       : IDR 3.700.000

Tiket Low-Cost Airlines seperti AirAsia        : di bawah IDR 2.500.000

Alhamdulillahnya, aku memang tidak mendapatkan yang aku inginkan. Tapi Ibu akhirnya yang memilihkan Thai Airways untukku hehehe. Tuh lihat kan betapa sayangnya orang tua. Hiks, semoga saat aku jadi orang tua bisa seperti Ibuku ya, kamu juga ya. Aamiin.

NusaTrip.com

Aku pesan tiket pesawat melalui situs nusatrip.com, sebenarnya aku rasa skyscanner.com dapat mencarikan tiket yang lebih murah sih. Tapi…….kalau melalui skyscanner.com itu kan dicarikan yang termurah jadi kadang belum termasuk bagasi. Duh, aku paling malas kalau bagasinya belum jelas. Nanti kena charge lagi atau harus bayar terpisah, aku lebih suka yang all in one. Menurut aku yang all in one ya di nusatrip.com hehe.

TAPI! Aku tahu yang lebih murah loh, tapi tahunya setelah sudah pulang dari Thailand. Yaitu via.com, coba deh. via.com itu all in one juga kok dan somehow aku merasa itu murah banget OMG! Beneran deh, eh atau aku berlebihan ya? Haha, entahlah, coba saja kamu cek website itu. Lalu bandingkan dengan situs booking tiket pesawat lainnya.

LINE Group

Nah, delegasi dari Indonesia yang diterima ada 11 orang yang berasal dari kampus-kampus berbeda di kota dan provinsi berbeda. Alhamdulillah ada seorang teman yang berinisiatif untuk membuat grup di LINE untuk mengenal satu sama lain serta janjian ini dan itu hehehe.

Kira-kira itu dulu deh yang bisa aku ceritakan. Sebenarnya aku mau cerita soal bagaimana perjalanan di Thailand selama mengikuti NIDA Summer Camp. Tapi mungkin di tulisan selanjutnya ya hehehe. Kalau kebanyakan tulisan, kamu juga pasti lelah membacanya kan? Hoho. Maafkan aku sok tahu.

Semoga tulisan aku ini bermanfaat. Semoga yang tahun depan mau mendaftar NIDA Summer Camp terpilih ya, in sha Allah 🙂

Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat. Semoga tahun 2016 nanti kamu daftar NIDA Summer Camp dan terpilih ya 🙂

Advertisements

Mengurus Perpanjangan Paspor Online

Akan ada suatu hari dalam kehidupan dimana kita pasti butuh untuk membuat paspor atau memperpanjang paspor untuk suatu keperluan. Biasanya yang kita ketahui adalah mengurus paspor di Kantor Imigrasi terdekat. Alhamdulillahnya, di zaman yang canggih ini selain bisa cari pacar atau suami online, pembuatan paspor pun bisa online. Nice! Eh tunggu dulu ya, tapi tidak berarti kita buat secara online saja lalu PUFF paspor kita jadi, tetap saja kita perlu ke kantor Imigrasi. Ya, proses pelayanan paspor online ini tentunya hanya untuk mempercepat dan mempermudah proses pelayanan paspor.

Suatu hari dalam kehidupan yang mana perpanjangan paspor diperlukan akhirnya datang padaku di awal 2015. Setahuku sih mengurus apapun di kantor-kantor pemerintahan tuh lama, tidak asik, panas, penuh calo yang tinggal bayar semua diurus. Alhamdulillah lagi karena hasil googling dan membaca tulisan-tulisan online mengenai perpanjangan paspor, aku mengetahui bahwa perpanjangan paspor bisa dipermudah dengan layanan paspor online. Berikut ini adalah cara yang aku lakukan dalam rangka memperpanjang paspor pada Januari 2015 lalu.

Step 1 – Daftar Secara Online

Daripada berpanas-panas ria yang membuat kulit kita berperang dengan UV-A dan UV-B, mending bilang Alhamdulillah sambil buka website imigrasi.go.id. Nah terus kamu bisa eksplor sendiri website tersebut, atau ikuti petunjukku berikut ini.

  • Klik Layanan Publik

Paspor Online 1

  • Pada bagian Layanan Online, Klik Layanan Paspor Online

Paspor Online 2

  • Pada bagian tengah langsung pada halaman selanjutnya, klik Pra Permohonan Proposal

Paspor Online 3

  • Isi data-data yang diminta serta klik Lanjut sampai bagian Pembayaran

Paspor Online 4

  • Sampai bagian 3 yaitu Proses Pembayaran, kita tidak bisa melanjutkan pengisian sebelum melakukan pembayaran. Lalu kamu akan mendapatkan e-mail seperti di bawah ini disertai lampiran berupa Bukti Pengantar ke Bank

Paspor Online 5

Paspor Online 6

Step 2 – Pergi ke Bank BNI

Pastinya bukan untuk buka tabungan ya, tapi untuk setor tunai biaya perpanjangan paspor. Maka, perlu untuk mencetak BUKTI PENGANTAR KE BANK yang telah dikirimkan melalui e-mail. Setelah membayar, kamu akan mendapatkan bukti pembayaran dari bank yang didalamnya tertera Nomor Konfirmasi Pembayaran.

Step 3 – Lanjutkan Proses Online

Setelah membayar di bank sudah dilakukan, selanjutnya buka e-mail yang telah didapat sebelumnya.

  • Klik LANJUT atau copy-paste URL yang diberikan dalam e-mail tersebut
  • Lanjutkan pengisian data dengan mengetikkan Nomor Konfirmasi
  • Pilih tanggal untuk melakukan wawancara dan foto
  • Jika proses pengisian sudah lengkap, maka akan mendapatkan e-mail lagi yang seperti ini disertai lampiran yang berupa Tanda Terima Permohonan

Paspor Online 7

Paspor Online 8

Step 4 – Siapkan Dokumen

Sebelum berangkat ke kantor imigrasi yang dipilih, pastikan dokumen-dokumen di bawah ini telah kamu siapkan ya di rumah.

  • Akte Kelahiran dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4
  • Kartu Keluarga dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4
  • KTP dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4, walaupun ukurannya kecil setelah difotokopi, kertas tidak perlu dipotong
  • Paspor lama dan satu lembar fotokopiannya di bagian Identitas Diri

Catatan : Bawa dokumen asli untuk dokumen yang disebutkan di atas dan struk pembayaran dari bank.

Ohiya! Berdasarkan, salah satu sumber disebutkan bahwa akan ada e-mail selanjutnya yang berisis formulir pribadi. Namun seingatku dan setelah aku cek pada kotak masuk e-mail, tidak ada pengiriman formulir pribadi. Mungkin diisinya di kantor imigrasi, entahlah aku lupa.

Step 5 – Wawancara dan Foto di Kantor Imigrasi

Biasanya kantor imigrasi buka pukul 08.00 – 14.00 untuk mengurus paspor. Pastikan kamu datang pagi dengan membawa dokumen yang telah kamu siapkan, untuk mengantri nomor. Jadi saat datang tanya saja ke satpam bagian pengurusan paspor online dimana, karena tempatnya berbeda untuk pengurusan paspor yang dari awal di kantor imigrasi tanpa proses online.

  • Nanti setelah pengecekan dokumen, kamu akan mendapatkan map dan nomor antri wawancara dan foto.

Paspor Online 9

  • Setelah itu kamu akan duduk menunggu sambil melihat layar dan berharap nomor antri kamu segera keluar.

Paspor Online 10

  • Jika kamu telah menyelesaikan proses wawancara dan foto, kamu akan mendapatkan semacam bukti permohonan paspor. Aduh tapi lupa aku foto kertasnya.

Step 6 – Tunggu 3 Hari dan Ambil Paspormu

Setelah menunggu dengan kalem selama kurang lebih 72 jam, maka tiba saat paspor baru kamu dapat diambil. Datang saja ke kantor imigrasi, lalu lihat dimana tempat pengambilan paspor. Kalau di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur, saat datang kita perlu menaruh semacam bukti permohonan paspor yang kita dapat sebelumnya seperti gambar di bawah ini. Sudah deh tunggu saja nama kamu dipanggil Mbak-Mbak petugas.

Kira-Kira begitu keseluruhan proses perpanjangan paspor yang aku lakukan. Semoga bermanfaat.

Ma…Ma…Ma…Mazhab! – Ini nih yang perlu diketahui tentang mazhab :)

Tadi siang sekitar waktu setelah adzan dzuhur, aku mengalami kegalauan antara mau antara mau membaca Al-Quran dulu atau mendengar ceramah dulu. Soalnya yang membawakan ceramah adalah Bapak Muhammad Ajib, sebenarnya tidak kenal juga sih dengan Bapaknya haha. Tapi……dia itu dari Rumah Fiqih Indonesia yang situsnya sering aku buka dan aku baca-baca gitu deh. Apa daya hidup penuh pilihan, walaupun aku belum membaca Al-Quran sejak pagi akhirnya aku memilih untuk mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Kira-kira di bawah ini adalah apa yang beliau sampaikan.

Mengapa Kita Perlu Ber-Mazhab?

Hem, pertanyaan awal adalah apa itu Mahzab? Maniskah? Atau pahit? Sejenis apa ya itu hehe. Duh aku juga tidak begitu mengerti sih. Yaudah aku googling ya. Berbekal rasa ingin tahu dan kemampuan merangkum, jadi ini dia mengenai mazhab.

Pengertian Mazhab dari situs Rumah Fiqih Indonesia.

Secara bahasa: tempat untuk pergi.

Secara istilah: metodologi ilmiah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabawiyah.

Oke oke, jadi sudah jelas ya kalau kita mendengar Mazhab Syafi’i berarti kita akan mengetahui beberapa hal mengenai Islam berdasarkan proses ilmiah pencapaian kesimpulan yang dilakukan Imam Syafi’i. Gitu ya, mengerti tidak? Huhu maafkan ya kalau definisi pribadiku membuatmu mengalami distorsi pemikiran.

Pasti pernah dong mendengar ulama 4 mazhab? Pernah dong ya? Siapa saja coba Ulamanya? Hehe maafkan ya aku iseng. Tapi tetap ya aku tidak mau kasih tau siapa saja ulamanya 😛 Nah, mazhab yang akan aku bicarakan disini maksudnya mazhab fiqih. Waw waw waw, biar lebih crystal clear aku jelaskan ya fiqih itu apa. Tidak lucu dong ya kalau membicarakan sesuatu dan memberikan perspektif kita akan hal tersebut tapi kita sendiri justru tidak mengerti sesuatu itu apa. Iya tidak? Oke, aku akan kembali googling.

Pengertian Fiqih dari beberapa sumber.

Secara bahasa: paham.

Secara istilah: pengetahuan tentang hukum syari’at (hukum yang bersumber dari Allah Swt melalui kitab-Nya dan lisan Nabi-Nya saw) dan hal-hal yang terkandung dalam hukum tersebut.

Adapun definisi yang dikenal para ulama yaitu:

“Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil (istimbath) dari dalil-dalil secara rinci.”

Fix, clean and clear ya kalau fiqih itu adalah ilmu mengenai hukum-hukum syari’at dalam hal jasadiyah dan badaniyah alias perbuatan yang kita lakukan. Jadi fiqih tidak mengurus hal-hal terkait ruh, perasaan, atau aspek kejiwaan lainnya.

Perlu diingat ya kalau ilmu fiqih ini diterjemahkan dengan metode yang disepakati para ulama dan terangkum dalam sebuah ilmu yang dinamakan ‘ushul-Fiqh’. Ini ya kalau copy-paste dari situs Rumah Fiqih Indonesia,

Kalau hanya dengan satu dua ayat dan hadits, kemudian menentukan hukum, itu bukan ahli fiqih namanya, karena memang fiqih tidak sesimpel itu. Kalau hanya begitu, anak-anak yang baru bisa terjemah Arab pun bisa.”

Mungkin kalau bisa aku simpulkan saat ada orang yang mengatakan “Kalau aku ikut mazhab Maliki” itu berarti orang tersebut melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai koridor Islam menurut hasil penerjemahan atau tafsiran Imam Malik. Wahh, Alhamdulillah ya sekarang kita sudah tahu nih apa yang mau aku bicarakan ehhh tuliskan selanjutnya maksudku hihi.

Jawaban: Karena kita masih awam.

Hem coba ya aku cek, kamu bisa mengerti Al-Quran tanpa baca terjemahannya? Kalau aku sih tidak.

Kamu fasih berbahasa arab baik lisan atau tulisan? Kalau aku sih belum.

Faktanya hukum-hukum syari’at yang bersumber dari Allah Swt yang seharusnya kita laksanakan, dituangkan Rabb kita dalam suatu kitab bernama Al-Quran. Kitab tersebut tertulis dalam bahasa Arab. Oke, ada terjemahannya kok, selesai kan? Sayangnya, setiap hal saja bisa diartikan berbeda oleh beberapa orang. Apalagi Al-Quran yang isinya kata-kata? Kita saja bisa menafsirkan yang berbeda padahal membaca suatu artikel yang sama, iya tidak? Terus ya, Nabi kita tersayang Nabi Muhammad saw telah tiada dan tidak ada yang bisa menjelaskan secara lisan mengenai apa sih yang tertuang dalam Al-Quran.

Maka, kita perlu mengikuti mazhab tertentu, apapun mazhabnya boleh saja. Imam-Imam terdahulu yang dirahmati Allah telah berusaha sedemikian rupa tidak hanya memahami bahasa Arab, namun mengetahui ribuan hadits, tentu ulama-ulama tersebut tidak sembarangan dalam menafsirkan hukum-hukum syari’at. Ulama-Ulama para mazhab itu ya kalau memutuskan suatu hukum harus paham dulu, harus faqih istilahnya. Ingat, para Ulama itu tidak meneliti sesuatu dari satu dua ayat atau hadits, tapi ratusan bahkan ribuan.

Kalau berdasarkan artikel di situs Rumah Fiqih Indonesia sih begini,

Jadi, bukan ‘kembali ke Al-Quran dan Sunnah” slogan yang harus dikampanyekan, tapi ‘kembali ke Ulama’ yang harus digalakkan. Karena kita tidak akan mungkin memahami Al-Quran dan Sunnah hanya mengandalkan otak kita dan diri ini yang penuh hawa nafsu serta kepentingan tanpa melihat bagaimana cara ulama memahaminya.”

Setuju sekali deh aku dengan pernyataan di atas. Hem bagaimana ya, bisa jadi sih pandangan awal kita akan hukum atau sesuatu terkait syari’at yang kita terjemahkan sendiri itu benar, tapi sampai kapan sih kita benar terus? Siapa kita coba? Hohoho.

Bagaimana Jika Meyakini Lebih dari Satu Mazhab?

 Nah, tepat saat kata Ustadznya ceramahnya selesai, dibukalah sesi tanya jawab. Tadinya mau mulai membaca Al-Quran, eh tapi pertanyaan dari si Mas-Mas kok ya bagus. Ada Mas-Mas entah siapa yang tidak perlu kita sebut dia mawar, bertanya bagaimana jika kita memakai mazhab yang berbeda-beda dalam setiap hal yang kita lakukan. Nah loh, bagaimana ya? Boleh tidak ya? Bolehlah ya, Allah kan Maha Baik. Hahaha jawaban tidak bermutu itu, tidak boleh dicontoh ya.

Jawaban: Boleh saja, disebut Talfiq itu.

Hem, kira-kira itulah yang dikatakan Ustadz penceramah bahwa mengikuti lebih dari satu mazhab diperbolehkan. Kalau kita menganut lebih dari satu mazhab disebut talfiq. Nah tapi, ada satu hal yang perlu diingat, kita boleh mengikuti lebih dari satu mazhab tapi tidak asal mencampuradukkan semuanya. Pakai satu mazhab untuk satu paket perbuatan. Mengerti tidak? Yaudah aku buat do’s and dont’s ya.

Do’s : Saat wudhu dalam menilai hukum batal wudhu atau apa saja yang wajib dibasuh mengikuti hukum mazhab Maliki.

Dont’s : Saat wudhu dalam menilai apa saja yang perlu dibasuh mengikuti mazhab Maliki dan mengenai hukum batal wudhu mengikuti mazhab Syafi’i.

Coba aku tes ya!

Sebutlah seseorang bernama Barbie, antara satu dan lain hal ia memutuskan mengikuti mazhab Syafi’i yang salah satunya adalah melakukan wudhu dengan berurutan. Nah karena Barbie itu pakai kerudung, dia malas tuh kalau harus buka kerudung saat wudhu. Barbie mengusap kepala dengan air hanya dengan dengan mengusapkan air pada beberapa helai rambut yang ada di atas kepala, hal itu sesuai mazhab Syafi’i. Waduh, saat selesai wudhu Barbie tidak sengaja melewati area sempit ke arah tempat shalat dan bersentuhan tangan dengan Ken, rekan kerjanya. Lantas Barbie menganggap itu tidak apa-apa, kan menurut mazhab Hanafi selama yang bersentuhan bukan kemaluan ya wudhunya tidak batal. Apakah yang dilakukan Barbie sudah benar?

TIDAK. Ya, jawabannya tidak. Kita memang boleh memakai lebih dari satu mazhab tapi tidak mencampuradukkannya ya dalam satu perbuatan.

Kira-kira itu saja yang bisa aku sampaikan Duhhh sebenarnya aku gemesh mau membahas hal-hal lain seperti,

  • Mengapa mengetahui fiqih itu penting? (hayo kenapa hayo?)
  • Mengapa setiap Mazhab bisa berbeda padahal sumbernya sama-sama Al-Quran dan Sunnah?

Penasaran kan? Tapi aku sudah lelah mengetik ini hehe. Ini saja aku mulai mengetik dari sekitar pukul 13.30 dan sekarang sudah pukul 15.45. Yah maklum aja kan disertai googling hehe.

Kalau Aku Sendiri……………

Jujur saja sampai saat tulisan ini di buat aku belum tau memutuskan ingin mengikuti mazhab yang mana. Mungkin aku akan fleksibel, tapi entahlah haha. Iya aku tidak tahu mau bagaimana. Sepertinya aku akan mulai membaca beberapa artikel tentang salah satu mazhab deh walaupun belum tentu mengikutinya. Hem malu sih ya, sudah menulis hal tentang mazhab seperti tulisan ini tapi perkembangan diri sendiri kok ya rasanya lambat gitu ya huhuhuhuft. Tapi gapapa, semua dimulai dari baby steps kok. Kita sekarang bisa berjalan saja dulu dimulai dari langkah-langkah kecil kita saat bayi. In sha Allah aku akan menjadi muslim yang lebih baik dan kamu juga, aamiin.

Sampai jumpa di postingan aku selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Mohon maaf jika ada informasi yang salah. Moho koreksinya ya J

Sumber

Anonim. 2008. Fiqih Islam. (http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-islam.html diakses pada 30 Juli 2015)

Bagir, Muhammad. 2008. Fiqih Praktis I. (https://books.google.co.id/books?id=3hsXDH230h8C&pg=PA72&lpg=PA72&dq=rukun+wudhu+menurut+mazhab+syafi%27i&source=bl&ots=RZafYAZnXz&sig=8MzRgRydiHTFbRQswGD3AqqEWWI&hl=en&sa=X&ved=0CEYQ6AEwCTgKahUKEwjY7JXTuILHAhWScI4KHTekCX0#v=onepage&q=rukun%20wudhu%20menurut%20mazhab%20syafi’i&f=false diakses pada 30 Juli 2015)

Hapsari, Endah. 2013. Bersentuhan dengan Lawan Jenis Batalkan Wudhu?. (http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/01/22/mh0rnw-bersentuhan-dengan-lawan-jenis-batalkan-wudhu)

Sarwat, Ahmad. 2014. Mazhab dalam Islam. (http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1135215326&=mazhab-dalam-islam.htm diakses pada 30 Juli 2015)

Simanjuntak, Zuria Ulfi. 2014. Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu. (http://www.rumahfiqih.com/khazanah/x.php?id=4 diakses pada 30 Juli 2015)

Zarkasih, Ahmad. 2013. Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang. (http://www.rumahfiqih.com/fikrah/x.php?id=137&=ilmu-fiqih-bukan-ilmu-sembarang diakses pada 30 Juli 2015)

Sumber Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3