Dikala Jenuh Menghampiri Saat Skripsi

Sebagai seorang mahasiswi semester 7 yang memiliki cita-cita untuk wisuda di bulan Februari 2016, seharusnya usaha dan doa menjadi andalan utama yang selalu dilakukan. Kenyataannya, fluktuasi keimanan tidak stabil dan kebosanan mulai datang. Rasa bosan yang lumayan mengangggu ada pada hal penulisan skripsi. Kira-kira begini kejenuhannya.

  • Banyak sekali jurnal yang dibaca sampai kadang-kadang bingung mau mengutip dan mengambil bagian yang mananya. Kadang sudah dirasa cukup dalam hal penulisan, namun saat membaca jurnal lagi, eh ternyata masih relevan, jadilah rombak lagi hasil penulisan sebelumnya.
  • Menahan diri dari copy-paste. Sebenarnya pembuatan skripsi dalam hal metode penelitian dari tahun ketahunnya tidak jauh berbeda. Sehingga dalam bab 3 banyak sekali godaan untuk mengetik ulang, yah setidaknya saya tidak ‘sesakit jiwa’ itu untuk langsung copy-paste. Hal yang diketik ulang tentu dari skripsi-skripsi senior terdahulu. Walaupun tidak secara langsung copy-paste, tetap saja seharusnya melihat textbook aslinya lebih etis. Mengenai kenistaan pengetikan ulang dari skripsi senior ini terjadi karena sudah kelelahan membaca jurnal, seperti yang dituliskan dalam poin awal.
  • Malas memulai. Rasanya untuk membuka laptop, kembali membaca jurnal, mencatat yang perlu dicatat, membaca ulang progress penulisan skripsi, malas sekali. Ada saja yang mendistrak, ya facebook, instagram, twitter. Menonton stand up comedy di youtube, hingga membaca blog-blog inspiratif atau artikel.

Setidaknya deskripsi akan kejenuhan bisa diungkapkan pada poin-poin di atas. Alhamdulillah berarti sudah ada kesadaran akan bagaimana gambaran kejenuhan yang dialami. Walaupun begitu sebenarnya aku sudah tahu bahwa yang perlu aku lakukan ialah membaca buku mengenai metode penelitian, ‘memaksa’ diri sendiri untuk melanjutkan penulisan skripsi dan memproses perusahaan untuk dijadikan tempat pengambilan sampel, toh selama ini menunggu mood tidak menyelesaikan apapun. Lalu, hal yang terpenting adalah rajin berdoa, shalat yang khusyuk, siapa lagi coba kan yang memampukan aku kalau bukan Dia?

Ini quote favorit aku, biar aku semangat sendiri hehe 🙂

george-s-patton-amazing-quote

Quote Favorit Ita

Sumber gambar dari sini ya.

Fiuh, setidaknya aku sudah menuliskan perihal kebosanan ini. Semoga semua yang sedang bosan, malas, jenuh, mandek, dan bingung dalam penulisan skripsinya segera ‘dibangunkan’ semangatnya oleh Allah Swt. Ciatttt, bismillahirrahmanirrahim!

 

27 Desember 2015

00.37

Advertisements

I like the concept of Kyo-Chon

One of my favorite things while hanging out with my best friend is trying new foods, I mean new restaurant haha. Back then, I was convinced to try Kyo-Chon. Actually the name Kyo-Chon wasn’t familiar, but I ended up going there. The icon of the restaurant was Lee Min Hoo. The interrior wasn’t really sophisticated, but for the sake of following my feeling of trying something new, I remain calm and not giving any further comment to my best friend.

Kyo-Chon Menu

Kyo-Chon Menu

I received the menu and began to look around, I even took a look at a brochure of Kyo-Chon. Gladly, I found right away what I like about this restaurant. Here’s the list :

–       No Pork, doesn’t mean halal but anyway it’s good.

–       No MSG

–       Using Canola Oil, bye bye ordinary cooking oil.

–       All food made right away after order, say no to junk food babe.

Hottoek

Hottoek

IMG_20150115_193205

Chicken Drumstick

But……the price was quite expensive, haha. The taste of the foods I ordered were delicious I swear. The chicken drumstick was somewhat melting in my mouth with honey flavour and the hottoek had a really strange taste but I got used to it. There was also service charge beside the tax.  Afterall, I thought it was worthed it. But, still no halal logo huhuhuhu.