Alasan-Alasan Tidak Perlu Luluran ke Salon yang Muslimah Harus Tahu

Peringatan: Tulisan ini dibuat tanpa ada niat sedikitpun menyinggung pihak yang memiliki bisnis salon dan bekerja di salon.

Hari Sabtu atau Minggu biasanya dihabiskan untuk quality time baik dengan keluarga, teman, atapun diri sendiri. Quality time dengan diri sendiri yang dilakukan oleh perempuan tentu bermacam-macam, ada yang membaca novel, ada yang berlatih memasak, ada juga yang memanjakan diri ke salon.

Saat perempuan ke salon banyak pilihan perawatan diri yang bisa dipilih dari perawatan rambut seperti creambath, hair mask, hair spa. Lalu ada perawatan wajah seperti facial, totok aura, ada juga perawatan tubuh seperti lulur dan body spa. Biasanya banyak perempuan yang suka dilulur di salon atau melakukan body spa. Katanya sih simpel, tinggal diam, bayar tidak terlalu mahal, dan…….voila! Akhirnya badan pun bersih serta wangi.

9cf0576f1195c3ac12033bebbcb599d7

Biasanya habis perawatan di salon lanngsung berasa cantik akika, sumber gambar dari sini.

Namun, setelah saya pikirkan kembali ternyata seharusnya saya tidak melakukan perawatan badan seperti luluran dan body spa di salon. Jujur saja, sebagai muslimah saya paham bahwa menutup aurat adalah kewajiban dan membuka aurat hanya diperbolehkan pada orang-orang tertentu itupun tidak boleh terbuka seluruhnya, kecuali pada suami. Nah, kamu yang perempuan pasti tahu lah ya bagaimana proses dilulur atau body spa. Disitu saya merasa galau. Sehingga hari ini saya memutuskan tidak jadi ke salon.

Untuk yang masih ingin tahu mengenai batasan aurat perempuan dengan sesama perempuan silahkan baca di Ummi-Online dan situs konsultasi syariah, klik saja ya. Bisa juga baca buku Yuk Berhijab! yang ditulis oleh Felix Siauw, dulu saya juga baca itu.

Inti yang saya bisa simpulkan ialah:

  • Aurat perempuan ialah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, hanya boleh terbuka seluruhnya di hadapan suami.
  • Jika di depan sesama perempuan tampilkan seperti pakaian biasa di rumah. Lengan atas, betis, masih diperbolehkan.
  • Diperbolehkan membuka aurat secukupnya seperti pada poin sebelumnya di depan perempuan non-muslim. Namun, jika takut terkena fitnah, boleh saja membuka kerudung, namun pakaian tidak terlalu ketat dan terbuka.
*Catatan: pada tulisan selanjutnya saya akan menyebut online dengan bahasa Indonesia yaitu dalam jaringan, misalnya KBBI online menjadi KBBI dalam jaringan.

Ternyata setelah saya pikirkan lagi, memutuskan untuk tidak ke salon untuk luluran atau body spa adalah hal yang baik karena 3 alasan ini.

1. Sama sekali tidak efektif dan efisien.

Awalnya saya pikir luluran di salon lebih efektif dan efisien, toh tinggal membayar beberapa rupiah saja, saya tidak perlu repot dan akhirnya badan terawat. Ternyata tidak saudari-saudari. Mari kita main hitung-menghitung setelah saya kutip definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan.

efisien/efi·si·en/ /éfisién/ a 1 tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); 2mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; berdaya guna; bertepat guna; sangkil;

Luluran atau body spa di salon tidak efisien dari pertimbangan waktu, tenaga, dan biaya.

  • Dari segi waktu, saya akan coba berikan perkiraan waktu yang di habiskan untuk bersiap dari rumah ke salon hingga kembali lagi ke rumah. Akan ada 10 menit untuk siap-siap ke salon + 10 menit pergi ke salon andaikan salon berlokasi dekat rumah + 10 menit mengantri di salon andaikan salon sepi atau datang pagi (setidaknya memesan perawatan di kasir membutuhkan waktu bukan?) + 5 menit melepas pakaian dan masuk ruang perawatan seraya menunggu pekerja salon meyiapkan lulur + 45 menit perawatan lulur sekaligus sauna dan pijat (tentu waktunya bervariasi kadang minimal 1 jam hingga 2 jam) + 10 menit untuk mandi setelah lulur dan memakai pakaian kembali + 5 menit untuk melakukan pembayaran di kasir (pada beberapa salon disuguhkan minuman seperti wedang jahe secara cuma-cuma setelah perawatan) + 10 menit untuk kembali ke rumah. Selesai sudah estimasi waktu paling minimal dengan total waktu yang dihabiskan adalah 1 jam 35 menit. Waktu tersebut pun ialah estimasi minimal, terlepas dari lokasi salonnya tidak dekat, mengantri di salon, dsb.

Bisa loh dicoba luluran di rumah! Kamar mandi jelas tidak sejauh salon, kalaupun mengantri, ya antrian kamar mandi tidak selama antrian salon, bahkan untuk melakukan lulur sendiri paling lama mungkin 30 menit. Tidak percaya? Coba dulu saja. Maka kamu akan save 1 jam yang kamu miliki untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat dibanding kamu ke salon.

  • Dari segi tenaga, ya saya setuju kok kalau luluran di salon menghemat tenaga kita dan menggunakan tenaga orang lain untuk perawatan tubuh. Tapi coba deh dipikirkan, untuk jalan kaki atau menunggu angkot atau menyetir mobil ke salon sudah butuh tenaga, kalau ternyata antri di salon cukup lama terlebih di akhir pekan ya akan menghabiskan tenaga juga. Bosan kan menunggu dengan main handphone atau membaca majalah?

Kalau kamu sudah memiliki keinginan untuk luluran di rumah, mungkin kamu ragu karena luluran di rumah akan sedikit melelahkan. Jelas, karena kita sendiri yang membasuhkan minyak zaitun dan lulur ke seluruh tubuh. Lalu kita juga yang menempelkan lulur dan menggosoknya sendiri. Jelas tangan akan pegal, setidaknya saya merasa begitu. Ingat menggosok lulur di tubuh tidak seperti menimba sumur, ya kalaupun tangan pegal ya tidak akan terlalu sakit. Setelah luluran selesai, saya merasa tangan saya biasa saja tidak sakit apapun.

  • Dari segi biaya, saya akan coba berikan dua perkiraan biaya yang dikeluarkan seorang perempuan yang melakukan lulur atau body spa di salon. Akan diperlukan Rp 0 untuk ke salon jika salon dekat rumah atau Rp 10.000 jika salonnya jauh namun menggunakan ojek dalam jaringan + Rp 60.000 sebagai biaya perawatan lulur (harga tersebut merupakan yang paling murah di Salon Sari Tebet, salon yang menurut saya terkenal bagus dan terjangkau secara harga) atau Rp 135.000 sebagai biaya body spa (harga tersebut merupakan body spa paling murah di Salon Sari Tebet) + Rp 0 untuk kembali ke rumah atau Rp 10.000 untuk pulang ke rumah menggunakan ojek dalam jaringan. Terlepas dari transportasi ke salon ternyata menggunakan taksi, biaya perawatan yang lebih mahal, hingga membeli minuman atau makanan di salon, maka total uang yang dihabiskan untuk sekali perawatan ialah Rp 60.000 atau Rp 135.000. 

Kalau kamu luluran di rumah maksimal hanya perlu Rp. 50.000 untuk sebulan atau bahkan kurang jika kamu membeli lulur Pradasari dan Minyak Zaitun, kamu bisa cek harganya.

Coba saya berikan perkiraan penghematan dengan biaya perawatan Rp 60.000 atau Rp 135.000 tadi. Jika kamu satu kali setiap bulan ke salon, maka dalam satu tahun menghemat Rp 720.000 atau Rp 1.620.000. Jika kamu dua kali setiap bulan ke salon, maka dalam satu tahun menghemat Rp 1.440.000 atau Rp 3.240.000. Kalau kamu perawatan sendiri di rumah mungkin satu tahun hanya perlu Rp 550.000 bahkan kurang. Bayangkan uang yang bisa disimpan untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Terlebih untuk orang seperti saya yang masih bergatung secara finansial pada orang tua, jelas hemat itu perlu.

efektif/efek·tif/ /éféktif/ a 1 ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); 2 manjur atau mujarab (tentang obat); 3 dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); mangkus; 4 mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan);

  • Setiap perempuan tentu menginginkan tubuh yang terawat dengan baik, maka alasan luluran atau body spa ke salon ialah keinginan dan harapan untuk tubuh yang lebih indah dan wangi. Begitu bukan? Kita menginginkan efek atau hasil berupa tubuh yang terawat, tidak kusam, tidak kotor, tidak bau. Apakah kalau setiap bulan hanya sekali ke salon akan ada efeknya? Jelas ada, secara jangka pendek. Lalu supaya efeknya jangka panjang berarti harus ke salon lebih sering gitu ya? Boleh saja, tapi ingat kembali pertimbangan waktu, tenaga, dan biaya. Saya yakin setiap perempuan tahu kalau merawat tubuh tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam. Maka tubuh yang terawat tidak hanya dari satu aspek yaitu perawatan tubuh di salon, melainkan juga pola makan, pola tidur, tingkat stress, dsb.
pink-sugar-scrub-diy-thechic2

Scrub buatan dari gula bisa dibuat sendiri di rumah loh, sumber gambar dari sini.

2. Terhindar dari potensi pekerja salon yang memiliki disorientasi seksual.

Salah seorang senior saya bercerita bahwa ia bercita-cita membuka salon. Ia ingin mengikuti jejak ayah dan neneknya yang seorang pengusaha. Namun ternyata, neneknya tidak setuju akan cita-cita tersebut.

“Loh Kak, kenapa neneknya nggak setuju?”

“Iya, soalnya katanya kita nggak akan tahu kemungkinan kalo ada pekerja yang lulur gitu ternyata penyuka sesama jenis.”

“Eh kok ekstrim sih….ih… tapi ya bener sih ya, ngeri juga Kak.”

“Iya tadinya gue juga nggak kepikiran sampe sana. Tapi kalau gue pikir-pikir lagi ya ternyata nenek gue ada benarnya juga. Kemungkinan pekerja perempuan di salon itu penyuka sesama jenis bisa jadi ada, dan pasti bakalan susah banget mendeteksinya. Terus gue ngebayangin kan kalau lulur itu badan kita dipijat…..hiii…ngeri juga gue jadinya.”

Ekstrem juga ya pemikirannya. Bukan bermaksud berprasangka buruk, tapi ya nenek senior saya benar juga. Kalau menurutmu bagaimana?

Ya itu semua murni pemikiran saya yang bisa saja salah. Tentu ada yang berpikir bahwa perawatan tubuh itu investasi, aset berharga, tidak bisa dihitung sebagai biaya. Ada yang rela bahkan menghabiskan 10 juta lebih untuk perawatan tubuh. Ya sangat diperbolehkan, karena kita sendiri kan yang menjalani hidup kita dan memutuskan pilihan masing-masing bukan? Walaupun uang kita berlebih, menganggap perawatan tubuh di salon efektif dan efisien jelas belum tentu. Ya mungkin bisa disiasati dengan ke salon pagi hari dan memilih salon dekat rumah. Ingat setiap hal membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya, apalagi perkara ke salon ini. Hehe.

Usaha merawat diri jelas penting dan yang tidak kalah penting adalah ‘menjaga’ hati, makanya kita kenal inner beauty.

sharp34-true-beauty-in-a-woman-is-reflected-in-her-soul-sharp34-audrey-hepburn-sharpquote

Tante Hepburn setuju sama inner beauty, sumber gambar dari sini.

Akhir kata, saya ingin mengatakan bahwa sulit sekali bagi saya untuk meninggalkan kebiasaan luluran atau body spa di salon. Alhamdulillah, saya diberikan rezeki bisa ke salon sejak SD. Lalu saya mulai luluran sejak SMP. Kalau ditanya bagaimana rasanya luluran atau body spa, jelas asyik, wangi, tubuh nyaman dipijat. Alhamdulillah nya lagi, saya sadar bahwa melakukan luluran atau body spa membuat aurat jadi tampak dan Allah Swt tidak menyukai perempuan yang tidak menutup aurat. Maka dengan susah payah saya dahulukan apa yang Allah Swt inginkan. Saya muslim, maka gaya hidup Islam adalah hal yang harus saya ke depankan. Saya percaya gaya hidup sesuai Al-Quran dan sunah tidak akan pernah menyesatkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya 🙂