Magang di Kantor Pusat The Body Shop Indonesia

Akhir-akhir ini saya gelisah. Salah satunya memikirkan beberapa pesan yang belum dibalas, baik melalui email, whatsapp, dan LINE. Beberapa orang ternyata tertarik dan ingin tahu mengenai pengalaman saya saat magang di The Body Shop Indonesia (TBSI). Berhubung yang bertanya sudah lumayan banyak #EA. Jadi saya dedikasikan tulisan kali ini untuk kamu-kamu semua yang tertarik magang di kantor pusat TBSI.

1. Kak, dulu bagaimana daftar magang di TBSI?

Jadi saya lebih percaya bahwa mendaftar magang kepada orang yang kita kenal atau setidaknya dikenal senior atau teman akan lebih efektif, disbanding kalau saya tidak ada koneksi apa-apa. Berhubung saya nggak ada kenalan sama sekali di TBSI, jadilah saya bertanya ke beberapa orang. Saya tanya Ibu, Ibu pun nggak ada teman yang bekerja di TBSI. Akhirnya saya tanya melalui whatsapp ke grup-grup yang saya punya.

Salah satu senior saya di SMA yang kami tidak pernah bertemu di sekolah dulu namun kami sama-sama anggota Rohis, mengabarkan bahkan ia memiliki kenalan orang yang kerja di TBSI. Setelah saya kontak senior tersebut, ternyata ia pernah ikut komunitas Diet Kantong Plastik yang salah satu kegiatannya berafiliasi dengan TBSI. Wow, berarti bukan kanal secara langsung ya. Tapi nggak apa-apa, namanya juga usaha. Maju terusss!

Senior saya memberikan kontak seseorang yang bernama Mbak Dita Agustia. Saya hubungi Mbak Dita melalui whatsapp, saya kenalkan diri dan saya jelaskan darimana saya dapat kontaknya. Alhamdulillah, Mbak Dita sangat membantu. Awalnya saya siapkan beberapa hal yaitu:

  • CV
  • Surat Resmi Permohonan Magang dari Kampus

Dokumen tersebut saya berikan kepada Mbak Dita melalui email untuk kemudian ia teruskan kepada bagian HR. Setelah itu, saya pun diminta untuk ke kantor pusat untuk ngobrol-ngobrol sebentar sebelum efektif masuk kerja pada awal Februari 2016.

Untuk kamu-kamu semua yang mau magang, siapkan dokumen diatas dan lebih bagus jika kamu ada proposal magang. Lalu lakukan salah satu dari dua hal dibawah ini.

  • Kirim dokumen melalui email ke martinus-kukuh@thebodyshop.co.id dengan subject: [MAGANG]
  • Kirim dokumen langsung ke kantor pusat TBSI yatu PT Monica HijauLestari yang beralamat di Sentosa Building, Bintaro Jaya Central Business District, Jl Prof. Dr Satrio, Blok A3 No. 5, Tangerang, Indonesia 15224. Dokumennya ditujukan pada Martinus Kukuh – Human Resources Department, The Body Shop Indonesia

Dua-duanya sama efektifnya kok. Karena saya bertemu dua teman magang juga yang aplikasi magangnya diajukan dengan mengirimkan dokumen langsung ke kantor pusat.

satsuma-energising-body-butter-3-640x640

Salah satu alasan mau memilih Subjekt skripsi TBSI ialah karena saya suka produknya. Terutama varian Satsuma, hemm wanginya segar. Sumber gambar: thebodyshop.com

2. Kak, berapa lama proses aplikasi sampai diterima magang?

Satu bulan kalau tidak salah. Sebenarnya bisa lebih cepat, mungkin 2 minggu pun bisa. Saat saya mengajukan magang bertepatan dengan waktu awal libur semester, sehingga saya sendiri sempat lupa follow up ke Mbak Dita.

3. Kak, magangnya berapa lama?

Saya magang selama 2 bulan. Mas Kukuh pernah bilang ke saya kalau minimal waktu magang itu 1 bulan.

4. Kak, waktu interview magang ditanya apa saja?

Saya tulisnya ‘ngobrol-ngobrol’ bukan interview karena memang cukup santai. Saya ditanya kenapa mau magang di TBSI, apa yang saya harapkan, jadi ya saya jawab sesuai keadaan dan kebutuhan saya.

5. Kak, magangnya dibayar nggak atau ada uang transportasinya nggak?

Waktu saya magang, nggak dibayar dan nggak ada uang transportasi. Jadi ya unpaid internship. Saya mengajukan magang untuk keperluan penelitian skripsi dan pada saat itu memang sedang tidak dibutuhkan posisi magang apapun. Sehingga dengan pihak TBSI menerima aplikasi magang saya saja, saya sudah bersyukur.

Setelah saya selesai magang yaitu April 2016, saya tetap keep contact dengan Ibu Rahma yang merupakan Manager HR Operation di TBSI. Lalu sekitar satu bulan kemudian, Ibu Rahma mengubungi saya melalui whatsapp, minta dicarikan anak magang karena TBSI sedang butuh beberapa anak magang dan dibayar sejumlah Rp. 100.000 per hari. Jadi ya kalau dibilang magang di TBSI pasti tidak dibayar, belum tentu.

Atau kalau kamu mau dibayar, negosiasi saja di awal. Saya tidak melakukan negosiasi karena saya butuh penelitian yang mana itu akan merepotkan, ditambah saya perlu izin tidak masuk pada hari-hari tertentu terkait bimbingan skripsi dengan dosen. Kenapa saya bisa sampai tidak masuk hanya untuk bimbingan skripsi, simply karena menyesuaikan dengan jadwal dosen tidak mudah ditambah lokasi magang di Bintaro dan kampus saya di Depok. Sesuatu sih itu.

wild-argan-oil-sublime-nourishing-body-butter-3-640x640

Kalau kamu suka wangi yang lebih anggun #apacoba, varian wild argan oil manis sih wanginya. Sumber gambar: thebodyshop.com

6. Kak, asik nggak magang disana?

Alhamdulillah, menyenangkan sih menurut saya. Coba ya saya recall pengalaman saya dulu.

  • Fasilitas

Saya diberikan meja, dipasangkan PC sehingga saya tidak perlu bawa laptop. Akses internet sebenarnya sangat diproteksi karena hanya karyawan saja yang bisa akses. Satu user karyawan pun hanya bisa pada satu PC sebenarnya. Namun entah bagaimana diusahakan sehingga akhirnya PC saya bisa terkoneksi internet. Yeay!

Toilet bersih, mushalla ada walaupun kecil. Ada dapur dan ada coffe maker, jadi seharian saya bisa bebas minum milo, kopi, orange juice juga ada kok. Setiap Jumat pagi ada kajian Islam di mushalla. Kajian tersebut merupakan inisiasi dari Ibu Didiet selaku Manager General Affairs, yeah makasih Ibu Didiet.

  • Rekan Kerja

Awalnya juga saya kaku-kaku nggak telas gitu, masih malu. Lalu sambil berdoa supaya Allah mudahkan interaksi saya dan orang-orang TBSI, saya pun membuka diri. Alhasil saya nggak kaku dan bisa ngobrol dan bercanda deh dengan karyawan-karyawan di HR. Apalagi di HR Department tuh pada sering bercanda hehehe.

  • Pekerjaan

Jadi saya magang pada HR Department TBSI. Deskripsi tugas saya macam-macam, mulai dari mengurus dokumen pembayaran gaji yang harus dilaporkan ke pemda, membuat presentasi, input data dan cek data pada HRIS (Human Resource Information System), pengarsipan, hingga membantu orang recruitment saat ada banyak CV masuk.

Kalau dikatakan padat atau tidak, menurut saya tidak. Bahkan saya punya waktu untuk update skripsi dan baca jurnal. Hehehehe. Ya lumayan fleksibel lah. Kadang bahkan seharian kerjaan saya sedikit, saya lebih banyak sebar kuesioner ke karyawan-karyawan. Ya intinya apapun, saya izin terlebih dahulu dengan Mas Kukuh.

  • Pakaian Kantor

Wah, pakaian sih apa saja boleh selama bukan kaos. Ya mau jeans kek, sneakers kek, silakan sist and bro.

7. Kak, kantornya jauh ya di Bintaro?

Iya jauh nih. Tapi tenang, disana bisa naik commuter line dan ada shuttle gratis. Baca saja tulisan aku yang ini.

Last but not least, saya belajar banyak dari pengalaman magang saya ini. Lelahnya saya berpergian dari rumah ke Bintaro, kadang lanjut ke Depok, merupakan pelajaran bahwa semua hal perlu usaha. Lelah sudah pasti, namun pada akhirnya selesai juga. Saya juga bertemu Ibu Didiet yang seorang Manager tapi kalau sudah berbagi cerita dengan saya layaknya teman, padahal anaknya sudah dua. Alhamdulillah sekali, makasih Allah 🙂

 

6 Aplikasi Agar Kamu Menjadi Kekinian dengan Teknologi

teknologi/tek·no·lo·gi/ /téknologi/ n 1 metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia

Betapa bersyukurnya saya menjadi manusia di abad 21 ini. Teknologi dan segala kemajuan ilmu pengetahuan membuat hidup lebih mudah. Membuat saya menjadi hemat waktu dan hemat tenaga. Saya yakin kalau pemanfaatan media sosial seperti Whatsapp atau LINE, sudah banyak peminatnya.

Mari saya ceritakan pemanfaatan teknologi selain sosial media yang saya pakai sehari-hari.

1. Google Calendar

Screenshot_2016-05-06-23-38-01.png

Bukan cuma artis papan atas (dan papan bawah) yang bisa punya manajer. Saya dan kamu juga bisa, percaya tidak? Coba deh unduh Google Calendar. Aplikasi tersebut membuat jadwal sehari-hari kamu lebih teratur. Kalau saya ringkas, begini setidaknya cara kerja Google Calendar.

  • Kamu masukkan jadwal sehari-hari kamu. Nama kegiatannya apa, tanggal berapa, pukul berapa, hingga dimana lokasinya.
  • Kamu bisa mengaktifkan notifikasinya, sehingga kamu akan ‘diingatkan’ jika kegiatan kamu sebentar lagi dimulai. Lihat gambar di bawah.

Screenshot_2016-05-06-23-43-46.png

  • Kamu bisa mengatur jadwal kamu dan kapan ingin diingatkan (diberi notifikasi) serinci mungkin.

Jadi tidak ada lagi ya alasan lupa akan suatu kegiatan. Google Calendar juga memungkinkan kamu berbagi jadwal dengan temanmu, hingga memakai fitur pencari waktu luang yang sama untuk dua jadwal seseorang yang ingin membuat janji. Untuk pasangan posesif, bisa mungkin saling share jadwal Google Calendar biar tidak tanya melulu “kamu lagi dimana, sayang?” #EH. Canggih bukan?

2. Go-Jek

Ya saya tahu kalau kita bisa pakai Uber atau Grab untuk memudahkan transportasi sehari-hari. Bukan juga karena nasionalisme sih saya pakai Go-Jek. Tapi saya pakai Go-Jek karena ada fitur Go-Pay. Yeah! Alhamdulillah. Jadi Go-Pay itu semacam deposit uang, supaya saat memakai layanan Go-Jek, kita tidak perlu lagi mengeluarkan uang kertas.

Screenshot_2016-05-06-23-36-06

Hal yang menyenangkan ialah mudahnya pengisian Go-Pay. Hanya tinggal ke ATM terdekat, tekan nomor telepon genggam, dan voila! akun Go-Pay kita pun terisi. Sekarang juga ada Go-Car, jadi kalau cuaca panas, bisa order mobil. Syalalalala. Kalau Uber harus pakai kartu kredit yang mana saya hanya bisa pinjam kartu kredit Mama. Memang bisa pakai cash untuk Uber dan Grab, halah malas saya buka dompet. Pilih yang praktis saja deh.

3. iJakarta

Siapa yang suka baca novel? Itu loh, maksud saya novel cinta-cintaan antara dua anak manusia. Kamu salah satunya? Merasa tidak, kalau harga buku dari tahun ke tahun makin naik. Dulu saya beli komik Rp 8.500 ealah sekarang jadi Rp 15.000, sakitnya tuh disini. Begitupun dengan novel, harganya makin melonjak seperti berat badan, #EH.

Tenang ya, tarik napas dalam-dalam karena pemerintah DKI Jakarta telah meluncurkan aplikasi iJakarta yang bisa kamu unduh di PlayStore. Aplikasi iJakarta ialah perpustakaan digital untuk beberapa buku dan novelnya banyak loh. Saya dan kamu bisa baca novel melalui smartphone. Yuhuu senang sekali, hemat uang jadinya.

Screenshot_2016-05-06-23-36-49

Tapi saya sekarang sudah tidak sering baca novel cinta-cintaan seperti dulu. Kebanyakan baca novel bikin saya jadi artis, penuh drama gitu, bawaannya melankolis. Mending akika baca Al-Quran lah ya #refleksi diri.

4. Google Drive, Google Docs, Google Sheets

Hari ini itu sudah jamannya berbagi dokumen baik yang formatnya doc. maupun xls. melalui email atau Whatsapp. Kadang saya perlu melakukan edit dokumen baik karena buru-buru ingin mengirim dokumen tersebut atau memang ingin edit saja sebelum lupa. Aplikasi Google Drive memungkinkan saya untuk berbagi dokumen dengan teman-teman, ya sejenis DropBox atau Evernote gitu.

Selanjutnya, saya bisa langsung edit dokumen tersebut dengan aplikasi Google Docs atau Google Sheets. Ya edit melalui smartphone, tidak perlu itu yang namanya buka laptop. Sambil panas-panasan di ojek lalu edit dokumen juga hayukkk. Ih asyik bukan?

5. Qibla Connect

“Maaf Mbak, kiblatnya kemana ya?”

Itu biasanya yang ditanya ke resepsionis kalau di kamar hotel tidak ada petunjuk arah kiblat. Bagaimana kalau hotelnya di luar negeri? Ya kalau kamu sedang menetap di hotel yang berlokasi di Dubai sih lain cerita. Tapi kalau resepsionisnya tidak tahu apa itu kiblat bagaimana? Masa sesi bertanya jadi sesi kultum (kuliah tujuh menit) tentang apa itu kiblat?

No worries deh ya! Cukup buka PlayStore dan unduh aplikasi arah kiblat. Kalau yang saya unduh namanya QiblaConnect. Mudah kok penggunaannya.

Screenshot_2016-05-06-23-38-17

6. Google Maps dan Waze

Era teknologi itu ialah era kemandirian, kamu sudah tidak perlu tanya sana-sini, lah kamu kan bisa googling gitu. Tapi efek buruknya sih dalam beberapa hal, kita jadi kurang dalam komunikasi langsung. Nah, biasanya kalau saya ingin pergi ke suatu tempat yang saya tidak tahu, saya langsung buka aplikasi Google Maps untuk tahu sejauh apa jarak perjalanan yang akan ditempuh serta tempat-tempat dekat lokasi yang bisa dijadikan acuan.

Kalau saya rasa dekat stasiun, ya saya usahakan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek. Kalau saya rasa menggunakan Transjakarta lebih mudah, maka saya googling rute Transjakarta. Kalau saya rasa lebih praktis menggunakan mobil, saya buka aplikasi Waze untuk melihat dimana area yang macet.

Screenshot_2016-05-06-23-39-36

Tuh ya, hidup ini mudah sekali bukan dengan adanya teknologi? Mari sama-sama kita ucapkan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa karena anugrah ilmu pengetahuan ini, serta terima kasih untuk orang-orang pintar yang meramaikan kemajuan teknologi di Indonesia dan dunia. Tanpa kalian, aku mah apa atuh, masih harus jalan ke pangkalan ojek kalau butuh ojek. Iya tidak? Hehe.

Tips Tanpa Trik: Bagaimana Membuat Esai untuk Exchange Program

Biasanya saat mendaftar exchange program atau beasiswa tertentu, pasti diminta untuk menulis esai. Baik esai personal maupun esai dengan tema yang sudah ditentukan. Saat pertama kali membuat esai untuk exchange program, saya bingung. Mau menulis apa, apa dahulu yang dibahas, esai yang bagus seperti apa. Kalau esainya dalam bahasa Inggris, lebih baik menulis dalam bahasa Indonesia dahulu atau tidak ya? Kebingungan saya dalam membuat esai menjadi inspirasi akan hadirnya tulisan kali ini.

Ya, aku mah apa atuh, bukan pembuat esai paling bagus se-Indonesia. Tapi setidaknya saya punya pengalaman membuat esai yang ingin saya bagi kepada kamu-kamu yang penasaran bagaimana proses seseorang membuat esai, dalam hal ini seseorangnya itu saya. Saya ceritakan ya bagaimana proses saya membuat esai untuk mendaftar Indonesia-China Youth Exchange Program (IChiYEP) 2015. Saat pendaftaran IChiYEP 2015 dibuka, terdaftar 1566 orang dari 32 provinsi di Indonesia. Lalu terpilih 100 terbaik berdasarkan esai yang dibuat, saya termasuk dalam 100 besar saat itu.

Tips Membuat Esai ala Ita

Jujur saja menuliskan bagaimana proses saya membuat esai secara rinci cukup menantang, tapi saya akan mencoba uyeaaah. Proses membuat esai simpel kok, hanya butuh 4 langkah mudah untuk membasmi kuman #salahfokus.

  1. BACA Petunjuk/ Pertanyaan yang Diberikan dan TULIS Outline

Saat melakukan listening test untuk ujian bahasa Inggris di sekolah, guru saya pernah berkata bahwa salah satu strategi menjawab adalah dengan membaca soalnya terlebih dahulu. Sehingga saat kita mendengar percakapan dari speaker, kita sudah tahu apa yang yang harus menjadi fokus kita dalam mencari jawaban untuk listening test tadi. Nah, sama halnya dengan menulis esai. Saya perlu ‘mendengar’ dulu apa yang diinginkan tim seleksi dengan membaca petunjuk penulisan esai.

Setelah membaca, biasanya saya mulai terpikirkan akan suatu hal yang ingin saya tulis. Kadang hal yang ingin saya tulis tadi saya tuliskan di notes atau saya pikiran saja. Berikut adalah outline esai saya.

Please tell us why you are interested with People’s Republic of China

other: I am interested in taking my master degree in China

(Awalnya ditanyakan apa yang membuat saya tertarik dengan negara Tiongkok. Dari pilihan yang ada, kurang cocok dengan saya, jadi saya pilih other dan saya ketik sendiri jawabannya)

Why are you interested in the aspect you have chosen above?

  • Mengenai kenapa saya tertarik master degree di Tiongkok atau ketertarikan saya akan belajar bahasa Mandarin

(Ya saya memang sudah membuat rencana untuk S2 dan saya terbuka untuk kuliah di beberapa negara, termasuk Tiongkok. Saya juga sangat tertarik dalam belajar bahasa. Intinya saya TIDAK MAU BOHONG. Jujur adalah segalanya uwo uwo syalalalala.)

What can you contribute, either culturally (e.g. dance, sing) or skill-wise (e.g. photography, public speaking), to the program?

  • Sebutkan hal yang pernah dilakukan yang bisa menjadi poin lebih.

The most interesting experiences / achievement in your life that is relevant to the program

  • Cerita mengenai saat NIDA Summer Camp

(Dari beberapa pengalaman yang saya punya, saat mengikuti NIDA Summer Camp salah satu yang paling berkesan terutama dalam hal pertemanan dan kekompakan gitu deh hihi)

Should you be chosen, how would the experience help you and others in the future?

  • Ceritakan bagaimana ‘terjun’ ke budaya Tiongkok akan membantu saya memahami bahasa Mandarin lebih baik

Alhamdulillah, setidaknya dengan ada outline saya jadi tahu apa yang ingin saya tuliskan bukan? Lumayan lah daripada galau mikirin esai yang bagus itu seperti apa, lebih baik catat dulu saja apa yang ada di pikiran.

  1. TULIS Apa yang Sudah Direncanakan dan REVIEW Esai dengan Meminta Tolong pada Teman

Outline sudah siap, ya sudah saya eksekusi saja dulu dengan membuat tulisan. Selama semangat masih membara, lanjut menulis saja deh yha akika. Silahkan dilihat esai ‘mentah’ saya ini.

Mini Essay for IChiYEP

Jika diminta menuliskan esai dalam bahasa Inggris, saya lebih memilih menuliskan langsung dalam bahasa inggris. Ya kalau kamu tanya kenapa, karena good feeling saya dalam menulis esai bahasa Inggris akan muncul jika saya menuliskannya langsung dalam bahasa Inggris. Tentu saja menuliskannya langsung dalam bahasa Inggris lebih sulit dibanding menulis dalam bahasa Indonesia. Jadi kalau kamu berpikir lebih baik ditulis dalam bahasa Indonesia dulu, tidak masalah sama sekali kok.

Lalu setelah selesai saya tulis, saya minta tolong dua teman yang saya percaya untuk memberi komentar dan kritik terhadap esai saya. Kamu bisa lihat bagaimana komentar dan kritik dari dua teman saya yang baik hati, nih di-klik aja yhaaa.

Mini Essay for IChiYEP_readbyDetti

Mini Essay for IChiYEP_readbyKakSheila

Kamu tahu tidak?

Saya bersyukur dua teman saya berbaik hati telah berkenan untuk menilai tulisan saya. Tapi kalau dikritik atau ditunjukkan sesuatu yang jelek dari karya saya, kok rasanya agak HEMPH gitu ya? Ya gitu kayak sedih agak bete. Dikritik nggak asik. Tapi dari kritikan, saya harus melangkah ke depan. Berusaha maksimal, untuk hasil optimal. Ya sulit sih, tapi bukan berarti saya tidak bisa.

  1. BACA Artikel serta Esai Orang Lain dan TULIS Perbaikan dari Esai Pertama.

Setelah ucing pala fulla membaca komentar dan kritikan perihal esai yang pertama dibuat tadi, kayaknya fulla lebih memilih untuk cari inspirasi dengan membaca artikel aja deh yha. Saya kerahkan seluruh usaha memperoleh esai-esai sejenis yang ada di internet, lalu saya baca. Saat saya membaca esai-esai yang tersedia di internet, saya jadi bisa membedakan mana esai yang menyenangkan untuk dibaca dan mana yang tidak. Sampai tahap mana saya perlu ‘menjual diri’ saya agar tidak terlihat boasting. Untuk menemukan esai-esai di internet, cukup buka Google dan gali otak kamu untuk mengeluarkan keyword yang terpikirkan seperti personal essay, essay for exchange program, dsb.

Selain itu, saya juga membaca beberapa artikel mengenai apa yang menjadi keunggulan negara Tiongkok dan hal lainnya sebagai pendukung apa yang akan saya tulis di esai. Setelah bosan mencari inspirasi, saya maunya bobo aja, lelah pikiran akika. Tapi apa daya tuntutan keinginan, maka saya kerahkan semangat untuk melakukan revisi esai CIAT!

Alhamdulillah, revisi sudah jadi yuhuuuuu!

Mini Essay for IChiYEP (Update)

  1. REVIEW Esai dengan Meminta Tolong pada Teman dan TULIS Esai Revisi

Berhubung esai revisi pertama sudah selesai, maka saya minta tolong pada teman yang lain untuk memberikan komentar, kritik, dan saran.

Mini Essay for IChiYEP (Update)_readbyKakNanda

Akhirnya muncul lagi kritik mengenai tulisan saya, ya masih sama saat dibaca rasanya HEMPH. Duh ya ampun, kapan tulisan akika jadi keren beken yha. Tapi saya tahu, untuk menulis lebih baik dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Siapa coba mertua yang tidak mau punya menantu sabar dan tekun? #EH #salahfokuskuadrat

Maka saya lakukan lagi revisi terhadap esai saya dan saya minta teman saya untuk review lagi. Anyway, baik sekali bukan teman-teman saya ini? Betapa bersyukurnya saya.

Mini Essay for IChiYEP (2nd Update)_readbyKakNanda

YUHU THE LAST PART!

Saya tidak bisa share bagaimana esai akhirnya karena dokumennya tidak saya simpan. Saat itu saya langsung ketik di form online pendaftaran IChiYEP. Tidak jauh berbeda kok dengan esai revisi saya yang terakhir hehe, maafkan yha.

SAYA CUMA MAU BILANG,

Kamu tahu berapa kali Thomas Alva Edison gagal sebelum berhasil dalam penemuannya?

Saya sih tidak tahu, haha.

Secara ada banyak versi, ada yang mengatakan Edison telah mencoba 999 kali lalu percobaan yang ke-1000 berhasil. Ada yang mengatakan versi lain, tidak jelas mana yang benar.

Yang jelas Edison tidak menyerah dalam mencoba.

Dikutip dari salah satu artikel Forbes, Thomas Alva Edison mengeluarkan pernyataan seperti ini.

“I have not failed 10,000 times. I have not failed once. I have succeeded in proving that those 10,000 ways will not work. When I have eliminated the ways that will not work, I will find the way that will work.”

Lihat bukan betapa optimisnya Edison?

Pemahaman bahwa ia tidak gagal, ia hanya menemukan bagaimana cara yang keliru untuk kemudian menemukan cara yang benar, adalah perspektif yang briliant menurut saya. Edison saja tidak menyerah untuk menjadi lebih baik. Maka saya dan kamu, yang hidup di zaman serba mudah, harusnya lebih gigih lagi bukan?

 

Selamat menulis dan terus mencoba!

Rezeki dari Jalan yang Tak Diduga: Rencana ke Tiongkok, Berangkat ke Jepang

Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk teman-teman saya dan mahasiswa/i  Indonesia yang berusaha semaksimal mungkin, yang selalu berdoa, yang berusaha ‘bangun’ setelah ‘jatuh’, dan yang tetap yakin bahwa rezeki tidak akan tertukar.

Sejak 2013, saya mulai sadar bahwa saya menyukai aktivitas exchange program (program pertukaran ke luar negeri) baik dalam jangka waktu pendek atau panjang, baik fully-funded, partially-funded, ataupun self-funded. Tentunya sama seperti mahasiswa pada umumnya, saya juga berburu exchange program yang fully-funded.

Pada bulan Juni tahun 2015, saya mendapat informasi mengenai Indonesia-China Youth Exchange Program (IChiYEP). IChiYEP merupakan program pertukaran dalam jangka waktu sekitar 12 hari ke Tiongkok dan semua biaya ditanggung oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Jika terpilih menjadi peserta IChiYEP, maka secara langsung akan menjadi Duta Muta Indonesia atau istilah sophisticated-nya yaitu Indonesian Youth Ambassador saat program tersebut berlangsung.

Oke, mari saya ulang apa itu IChiYEP.

  • Program pertukaran 12 hari ke Tiongkok
  • Semua biaya ditanggung

Ya jadi kalau kamu mau hemat dengan tidak membeli apapun sebagai oleh-oleh, maka tidak membawa uang sepeserpun, saya rasa bukan masalah. Menggiurkan bukan?

Proses seleksi IChiYEP ada 3 tahap.

  1. Mengisi Identitas Diri dan Esai

Dalam seleksi tahap pertama ini saya menyiapkan dua hal yaitu Curriculum Vitae (CV) yang menarik serta esai yang provokatif. Provokatif dalam artian mind-blowing untuk yang membacanya. Alhamdulillah, CV saya sudah didesain dan selalu siap untuk proses editing jika diperlukan. Nah yang cukup menantang ialah pembuatan esai. Memang hanya diminta 300 karakter yang berarti tidak perlu membuat esai yang panjang. Kalau kamu mau tahu bagaimana jatuh bangun aku mengejarmu, eh maksudnya jatuh bangun aku membuat esai, kamu bisa baca tulisan aku ini ya.

  1. Mengisi Kelengkapan Data

Kalau ini mudah, hanya ditanya sudah apakah sudah punya paspor, SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), dan beberapa hal lain atau belum.

  1. Membuat Video

Nah, ini juga cukup menguras waktu dan pikiran. Proses membuat video cukup menguras pikiran dan tenaga. Tunggu ya, saya akan berbagi mengenai pengalaman saya dalam membuat video pada tulisan selanjutnya.

tumblr_liq5dywtZG1qzx5i0o1_500

Setelah melalui 3 proses seleksi, akhirnya diumumkan hasilnya. Alhamdulillah, saat itu tidak ada nama saya di dalamnya Eh, tapi saat itu sih akika sedih, bete, badmood, merasa dunia ini tidak adil *berlebihan edition. Jelas saya sedih, karena saya merasa dalam prosesnya saya sudah memberikan yang terbaik. Dalam membuat esai atau video saya penuh kehati-hatian, lalu saya tidak sembarang membuat melainkan saya minta apa yang saya buat dikritik teman saya. Lalu hasil-hasil kritikan teman-teman saya dijadikan bahan perbaikan, lalu saya revisi apa yang saya buat. Wah berulang dan kompleks prosesnya, in sha Allah pengalaman tersebut akan ada di tulisan selanjutnya. Tapi saya tidak mau bete kepada Allah Swt. Tapi saya sedih. Padahal Allah tahu kalau saya sudah berusaha, apa saya kurang doa? Hem, bisa jadi. Lalu, pada saat dzuhur di tempat magang, saya shalat sambil menangis, kan saya juga mau ke Tiongkok gratis. Dibanding menangis di depan Mama atau teman, saya rasa menangis dihadapan Pemilik Semesta lebih make sense. Secara, Dia yang mengatur segalanya.

—— 1 Bulan Kemudian ——

*berasa sinetron apa gitu ya

 

Setelah kelas selesai, saya cek telepon genggam. Ada sebuah surat elektronik masuk ke kotak masuk. Begini isinya.

JENESYS mail

Waduh, saya senang bukan kepalang walaupun tahu belum tentu saya terpilih program Japan East-Asia Exchange Networks (JENESYS). Tidak lama ada notifikasi sms dan panggilan tak terjawab di telepon genggam. Sambil menunggu lift, saya telepon nomor yang tadi menelepon. Alhamdulillah, surat elektronik tadi memang dari Mbak Inda selaku perwakilan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

TAPI!

Deadline mengirimkan dokumen yang diminta itu besoknya. Alhamdulillah kalau CV sudah tersedia, namun ada satu esai yang perlu saya buat. Sebenarnya tahun lalu saya pernah mendaftar JENESYS, sehingga saya bisa copy-paste esai di formulir tahun lalu. Eh, tapi kalau mau terpilih bukannya harus berusaha lebih ya? Akhirnya saya remake esai yang ada di formulir tahun lalu dan melakukan proses revisi esai yang disponsori oleh kritikan dari teman-teman saya. Tentu proses tersebut dilakukan dalam waktu yang cepat dan saya cukup merepotkan teman-teman saya yang baik hatinya.

SEND!

Akhirnya saya mengirimkan apa yang dimita Mbak Inda.

BESOKNYA!

Dua puluh empat jam saya menunggu. Walaupun saya sangat menginginkan terpilih, namun karena pernah gagal mendaftar IChiYEP, maka masa penantian menjadi lebih tenang. Berasa apa gitu ya masa penantian, ish. Lalu, Alhamdulillah wa syukurillah, sebuah surat elektronik kembali masuk ke email saya.

JENESYS mail 2

Lihat betapa suatu hari bisa ada tawaran ke Jepang gratis?

Lihat bukan betapa Allah sayang kepada saya?

Benar bukan bahwa saat kau minta pada-Nya, maka rezeki akan datang dalam jalan yang tidak kau duga?

Penggalan Ar-Rahman

Pada akhirnya saya mengucapkan hamdallah dan juga beristighar. Saya bersyukur, karena cita-cita saya untuk setidaknya pernah mengikuti program fully-funded tercapai. Sekaligus saya berkaca atas semua hal bodoh yang tidak disukai Allah yang saya lakukan, saya masih diberi rezeki yang menyenangkan. Dunia saja sudah semenyenangkan ini, bagaimana Surga? Ah dunia, saya tidak mau terlalu cinta padanya.

 

Lesson from Nokia: We are doing nothing, and it is wrong.

Not long ago, someone shared a link to the whatsapp group I involved in. The link contains just few paragraph, I just need less than 10 minutes to read this.

aaeaaqaaaaaaaabpaaaajdjlotyxogyyltk5ytutnde2my1izgiwltgzyzcwnzhjowjhmq

CEO of Nokia. This picture is taken from the above link.

It was sad to see the picture, it was like I knew what he was feeling.

I have been told about change management and how importance it is. But, it is really an abstract concept. I mean how can we manage the change? It likes we are predicting the future and get ready for it. But, the article earlier really a lesson for me.

As Nokia CEO said “we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost.”

Then my friend, Debora, in the whatsapp group typed that the lesson is “we are doing nothing, and it is wrong.”

Fiuh, since when do the world moves this quickly? May God give us strength to face the today’s and future challenge 🙂

Transportasi ke Kantor Pusat The Body Shop Indonesia: Kata Siapa Magang di Bintaro Ongkosnya Mahal?

Mulai bulan Maret 2016 ini, saya magang di kantor pusat The Body Shop Indonesia (TBSI). Ya tentu saja magang kali ini didasari atas kebutuhan skripsi yang selalu saya ingat setiap hari (Senin-Jumat, kalau Sabtu dan Minggu maunya sih lupa). Lokasi kantor pusat TBSI termasuk dalam kategori (super) jauh jika mengambil jarak dari rumah saya.

Alamat kantor pusat TBSI:

PT Monica HijauLestari
Sentosa Building, Bintaro Jaya CentralBusiness District
Jl Prof. Dr Satrio, Blok A3 No. 5, Tangerang, Indonesia 15224

Cara menuju lokasi tersebut dari rumah saya dengan menggunakan angkutan umum beserta biaya transportasi yang dikeluarkan.

Cara 1

  • Gunakan Metromini 52 untuk sampai di Stasiun Tebet: Rp 4.000

  • Gunakan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line ke arah Duri atau Kampung Bandan di peron 2 lalu turun di Stasiun Tanah Abang: Rp. 2000

  • Transit, untuk kemudian ke peron 5 atau 6 di Stassiun Tanah Abang dan tunggu KRL Commuter Line ke arah Serpong atau Parung Panjang untuk kemudian turun di Stasiun Jurang Mangu: Rp. 2000

  • Dari Stasiun Jurang Mangu, keluar ke arah kiri yaitu arah Bintaro XChange Mall. Lalu naik ojek: Rp. 15.000 (itu sudah paling murah)

  • Total: Rp 23.000 untuk sekali jalan dan Rp 46.000 untuk pergi-pulang

Setelah bertanya-tanya dan mencoba sendiri, akhirnya saya mendapat alternatif yang lebih murah.

Cara 2

  • Gunakan Metromini 52 untuk sampai di Stasiun Tebet: Rp 4.000

  • Gunakan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line ke arah Duri atau Kampung Bandan di peron 2 lalu turun di Stasiun Tanah Abang: Rp. 2000

  • Transit, untuk kemudian ke peron 5 atau 6 di Stassiun Tanah Abang dan tunggu KRL Commuter Line ke arah Serpong atau Parung Panjang untuk kemudian turun di Stasiun Jurang Mangu: Rp. 2000

  • Dari Stasiun Jurang Mangu, keluar ke arah kiri yaitu arah Bintaro XChange Mall. Lalu akan terlihat terminal kecil, biasanya ada bis-bis menunggu. Hanya perlu menyebrang, tunggu sampai bis bertuliskan InTrans Bintaro datang. Bisnya kecil, pilih bis yang bernomor B01 atau B02. Lalu turun di Hotel Santika. Dari situ tinggal berjalan kaki. Bis InTrans Bintaro itu GRATIS ya.

  • Total: Rp 8.000 untuk sekali jalan dan Rp 16.000 untuk pergi-pulang

info-kawasan

Terminal dekat Bintaro XChange Mall

Catatan untuk Cara 2

!! – Saat sampai di terminal bis yang di dekat Bintaro XChange Mall, perhatikan baik-baik bisnya. Hindari menaiki bis Trans Bintaro, karena rutenya berbeda yaitu ke Jakarta. Bukannya sampai di kantor pusat TBSI, yang ada kamu bakalan sampai lagi di rumah. Lelah hayati bang 😦

!! – Walaupun saat naik InTrans Bintaro sudah bilang ke supirnya kalau kamu akan turun di Hotel Santika, tolong perhatikan jalan dan lokasi baik-baik. Biasanya bapak supirnya tidak mengingatkan. Atau sedari awal dibanding bertanya tujuan, sekalian saja minta diingatkan jika sudah sampai. Berasa angkot gitu yha, please gausah bilang “kiri bang” atau ngetokin tangan biar bunyi

intrans

Penampakan bis InTrans Bintaro

Nih, rute dan jadwal InTrans Bintaro disini.

Alhamdulillah, selesai sudah jurnal mengenai biaya-biaya yang mengganggu keberlangsungan hidup dompet ini. OHIYA! SATU HAL LAGI! Kantor pusat TBSI alias Sentosa Building itu ada 2 ya lokasinya, sama-sama di dekat Hotel Santika kok. Jadi kalau ada urusan di kantor pusat TBSI harap ditanya dulu ya di gedung yang mana. Kasian kan, udah cantik, rapi, keringetan hasil ber-commuter-ria, ditambah jalan kaki pindah gedung. Ih mending dilamar pangeran arab *yaiyalah

Sumber Gambar: dari sini, dan dari situ.

 

Stok Kata untuk Membuat Pantun dan Puisi Berima

rima/ri·ma/ n pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan

Setidaknya saat masih menjadi murid sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, ada yang namanya pelajaran Bahasa Indonesia. Biasanya Ibu atau Bapak guru tercinta akan meminta kita untuk membuat pantun atau puisi. Sebagai anak sekolah dasar nan polos serta belum kaya akan pengetahuan Bahasa Indonesia, terlebih jika belum mengenal google, biasanya kita akan kesulitan mencari kata-kata yang dirasa cocok.

Tenang, karena ide-ide anak bangsa yang brilian dipadukan dengan kecanggihan teknologi, sekarang pelajar-pelajar yang berkebutuhan membuat pantun dan puisi berima tidak perlu khawatir. Cukup ketik REG spasi Kata, kirim ke 1234, maka akan dipastikan tidak ada gunanya. Hehe.

Mari kukenalkan dengan www.rimakata.com!

Rima Kata: perlu | Kamus Rima

Tampilan situs saat kita sudah mengetik kata yang ingin dicari rimanya.

Bahkan di situs tersebut diberi tahu macam-macam rima, kukira rima hanya ada satu macam. Kalau kamu mengunjungi situs tersebut memang tidak dijamin puisi atau pantunmu akan jadi yang paling bagus sekelas atau tiba-tiba nilai Bahasa Indonesiamu melonjak tinggi, namun kamu akan lebih kaya akan kata daripada sebelumnya. Setuju? Yah kalau tidak setuju juga tidak masalah, yang penting coba kunjungi dulu situs tersebut.

Akhir kata.

 

Awalnya diam-diam malu

Sebulan, akhirnya diajak ke penghulu

Entah berguna atau tidak perlu

Kunjungi rimakata.com saja dulu

 

 

Dikala Jenuh Menghampiri Saat Skripsi

Sebagai seorang mahasiswi semester 7 yang memiliki cita-cita untuk wisuda di bulan Februari 2016, seharusnya usaha dan doa menjadi andalan utama yang selalu dilakukan. Kenyataannya, fluktuasi keimanan tidak stabil dan kebosanan mulai datang. Rasa bosan yang lumayan mengangggu ada pada hal penulisan skripsi. Kira-kira begini kejenuhannya.

  • Banyak sekali jurnal yang dibaca sampai kadang-kadang bingung mau mengutip dan mengambil bagian yang mananya. Kadang sudah dirasa cukup dalam hal penulisan, namun saat membaca jurnal lagi, eh ternyata masih relevan, jadilah rombak lagi hasil penulisan sebelumnya.
  • Menahan diri dari copy-paste. Sebenarnya pembuatan skripsi dalam hal metode penelitian dari tahun ketahunnya tidak jauh berbeda. Sehingga dalam bab 3 banyak sekali godaan untuk mengetik ulang, yah setidaknya saya tidak ‘sesakit jiwa’ itu untuk langsung copy-paste. Hal yang diketik ulang tentu dari skripsi-skripsi senior terdahulu. Walaupun tidak secara langsung copy-paste, tetap saja seharusnya melihat textbook aslinya lebih etis. Mengenai kenistaan pengetikan ulang dari skripsi senior ini terjadi karena sudah kelelahan membaca jurnal, seperti yang dituliskan dalam poin awal.
  • Malas memulai. Rasanya untuk membuka laptop, kembali membaca jurnal, mencatat yang perlu dicatat, membaca ulang progress penulisan skripsi, malas sekali. Ada saja yang mendistrak, ya facebook, instagram, twitter. Menonton stand up comedy di youtube, hingga membaca blog-blog inspiratif atau artikel.

Setidaknya deskripsi akan kejenuhan bisa diungkapkan pada poin-poin di atas. Alhamdulillah berarti sudah ada kesadaran akan bagaimana gambaran kejenuhan yang dialami. Walaupun begitu sebenarnya aku sudah tahu bahwa yang perlu aku lakukan ialah membaca buku mengenai metode penelitian, ‘memaksa’ diri sendiri untuk melanjutkan penulisan skripsi dan memproses perusahaan untuk dijadikan tempat pengambilan sampel, toh selama ini menunggu mood tidak menyelesaikan apapun. Lalu, hal yang terpenting adalah rajin berdoa, shalat yang khusyuk, siapa lagi coba kan yang memampukan aku kalau bukan Dia?

Ini quote favorit aku, biar aku semangat sendiri hehe 🙂

george-s-patton-amazing-quote

Quote Favorit Ita

Sumber gambar dari sini ya.

Fiuh, setidaknya aku sudah menuliskan perihal kebosanan ini. Semoga semua yang sedang bosan, malas, jenuh, mandek, dan bingung dalam penulisan skripsinya segera ‘dibangunkan’ semangatnya oleh Allah Swt. Ciatttt, bismillahirrahmanirrahim!

 

27 Desember 2015

00.37

XLFL National Conference 2014

Tulisan kali ini aku dedikasikan untuk Nopitri Wahyuni dan Annisa Sakdiah yang telah lulus seleksi XL Future Leaders batch 4, Alhamdulillah.

Setelah lulus dari seleksi dan telah pengumuman, maka selanjutnya yang akan dilalui XLFL Students adalah National Conference (NatCon)! Yuhu! Mari aku bahas apa saja kegiatan saat NatCon.

Natcon itu kayak apa?
Natcon itu adalah pertemuan pertama XLFL Students dari seluruh daerah di Indonesia. Selamat bertemu teman temam sesama batch ya 🙂

Tempatnya dimana, terus menginap ya?
Biasanya di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Iya menginap, nanti pihak XL akan menyediakan akomodasi berupa penginapan di hotel dan konsumsi. Tenang saja hihi.

Kalau kamu dari Jabodetabek, biaya transportasi ditanggung sendiri ya. Terus saat NatCon 2014 lalu, satu kamar berisi 2 orang. Teman sekamarku dulu adalah Myra Florencia dari LSPR.

Terus perlu bawa apa aja?
Ya standar kok kayak mau meningap 3 hari 2 malam saja.  Baju, make-up, hp, charger, dll gitu deh.

Caution! Jauhi bawa laptop karena yang ada sih………dapat laptop baru hihihi.

Kegiatannya ngapain aja ya?
Hem, kira-kira ini ceritaku saat NatCon 2014 lalu.

Hari Pertama: Kamis, 20 November 2014

XLFL NatCon Day 1
Hari pertama dimulai saat sore hari di Grha XL. Aku ketemu banyak teman-teman. Hem, malu sih mau kenalan. Tapi demi keakraban umat manusia, aku kenalan deh. Banyak sekali loh teman-teman di NatCon hihihi.
– Tanda Tangan Kontrak
Aku dapat kontrak gitu untuk ditanda tangani. Setelah dibaca secara saksama dalam tempo yang tidak sesingkat-singkatnya, aku dan beberapa teman-teman bingung beberapa hal. Katanya Kakak-Kakak batch sebelumnya, XLFL Students akan difasilitasi pulsa per-bulan 200.000, nah kalau tidak salah (ya benar dong yha hihi) di kontrak tidak ada tulisannya. Terus kita jadi galau gitu deh, tapi yaudahlah yhaa. Rezeki ga kemana, sampai saat ini pulsa mengalir deras kok.
– Pembagian handphone dan Chromebook
Whoa whoa! Betapa cintanya XL pada XLFL Students, karena tiba saatnya pembagian handphone dan chromebook. Wah terserah deh mau mereknya apa, dapat fasilitas saja sudah Alhamdulillah gitu. Bersyukur deh jadinya. Terus nanti dikasih nomor baru yang berupa nomor XL tentunya.
– Coba Gadget Baru
Nah, handphone yang aku dapat itu Acer Z500 yang kayaknya masih jarang di Indonesia hihi. Kita diminta set up simcard ke hp. Lalu, laptop yang aku dapat itu Chromebook loh, malah kayaknya chromebook belum ada di Indonesia saat aku dapat tahun lalu. Kamu belum tahu apa itu Chromebook, baca deh disini.

Sudah deh, malamnya kita diantar ke hotel menggunakan bis. Hihi, siap siap untuk besok yang lebih cetar membahana.

Hari Kedua: Jumat, 21 November 2015

XLFL NatCon Day 2
Setelah sarapan pagi di hotel, semua XLFL Students kembali diantar ke Grha XL.
– Pengenalan pada Acer dan Google Technology
Semua students sudah dapat handphone Acer dan Chromebook, nah tiba saatnya dikenalkan pada cara pemanfaatannya. Terus nanti dikasih tau kalau handphone atau Chromebook rusak harus menghubungi siapa.
Welcoming dari VP Corporate Communication & CEO PT XL Axiata
Tiba akhirnya saat XLFL Students dipertemukan dengan…….jodoh….eh bukan hihi, maksudnya dengan Ibu Turina Farouk selaku VP Corp. Comm. Dan Bapak Hasnul Suhaimi selaku CEO saat itu. Nanti kita dibikin bangga deh, karena nanti dijelaskan apa saja sih yang akan kita dapat di program XLFL ini.
– Lead Indonesia Challenge
Hohoho.
Sebelum menulis bagian ini, aku mau ketawa dulu ah.
Hihihi.
Jadi gini, klimaks kehidupan di NatCon adalah Lead Indonesia Challenge ini. XLFL Students dibagi dalam beberapa kelompok sesuai pulau di Indonesia, lalu diminta bekerja sama sebagai konsultan untuk memecahkan suatu permasalahan.
Hem kalau aku buat skema apa yang dilakukan mungkin begini kali ya.
* Setelah aku mendapat kelompok yaitu untuk pulau Sumatra, isu yang didapat tiap kelompok berbeda. Kelompok aku dapat tentang Governance.
* Setiap kelompok harus berdiskusi untuk menentukan sub kelompok yaitu Leadership Team untuk komando, Finance Team, Research Team, Strategic Team, dan tim tim lain yang aku lupa. Ya nanti kita sudah mirip mirip divisi dalam perusahaan gitu deh.
* Diskusi! Semua anggota harus berdiskusi untuk menentukan mau melakukan apa, bagaimana, serta berapa lama waktunya.
* Milestone! Nah jadi kita harus mengisi semacam lembar perencanaan yang disebut Milestone. Jadi ada online sheets yang rinci tentang pencapaiannya mau apa saja, kapan mau dicapai, butuh biaya berapa. Superb lah! Sudah seperti konsultan sebenarnya.
* Pers Conference! Nah kita dikasih waktu yang lama untuk challenge ini dan ada periode waktu tertentu untuk Pers Conference. Seingat aku Pers Conference ada 3 kali, dimana disitu diminta satu orang perwakilan kelompok untuk presentasi mengenai progres yang telah dibuat dan rasionalisasinya, disitu akan adu argumen. Waduuuh.

HOT!
Kira kira kata itu yang menggambarkan Lead Indonesia Challenge hihi, pokoknya membekas deh di ingatan mengenai Lead Indonesia Challenge ini.
* Kamu bayangin aja ya, satu tim kira-kira berisi 20 orang yang belum saling kenal dan diminta kerja sama. Ujungnya pasti ada yang inisiatif jadi leader, nah kalo yang inisiatif itu agak terlihat annoying, santai saja, mari kita hargai inisiatifnya.
* Waktu Sempit, Target Segudang
Belum lagi kalau kamu punya ide untuk diutarakan atau kamu merasa si Leader tim kamu ini agak tidak rasional dalam beberapa hal. Nah, sempit sekali waktu untuk setidaknya menjelaskan atau berdiskusi mana yang lebih baik.
*Lelah
Karena Lead Challenge ini dilakukan sampai malam buta, ya akan mulai merasakan lelah gitu. Tidur tiduran lah, mulai lelah, cape, main hp.

Sudah deh, pada akhirnya akan kembali ke hotel. Terus saat di hotel, istirahat sebentar dan kembali bertemu anggota kelompok karena besok perlu Presentasi Hasil Lead Indonesia Challenge di depan manajemen XL. Huahahaah *tertawa sambil menangis

Hari Ketiga: Sabtu, 23 November 2014

XLFL NatCon Day 3
Pada hari ini dihabiskan untuk presentasi hasil Lead Indonesia Challenge, terus bakalan ditanya tanya gitu loh habis presentasi, hayoloh hihihi. Setelah itu acara kelulusan XLFL Students batch 1. Yah bakalan ada acara semacam talkshow gitu, asik kok jadi menurut aku tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

Hari Keempat: Minggu, 24 November 2015

XLFL NatCon Day 4
Tiba akhirnya hari terakhir. Kegiatan di Grha XL seputar motivasi dari Bapak Hasnul Suhaimi dan pengenalan program CSR XL yang lain. Kamu bisa lihat di gambar di atas ya, hari ini santai asik gitu deh hihihihi.

Alhamdulillah tulisan aku akhirnya selesi yaaaa!

SARAN dan PESAN
Kira-kira ini saran aku untuk memudahkan kehidupan umat XLFL di Natcon hihi.
1. Kenalan Sana Sini
Penting loh untuk kenalan sebanyak-banyaknya biar nantinya tidak kaku dan awkward satu sama lain. Banyak loh momen bersama, seperti saat sarapan, makan siang, dll. Tidak mau kan kamu having conversations hanya sama teman yang kamu sudah kenal sebelumnya? Hehe.
2. Sabar dan Penuh Pengertian saat Lead Challenge
Kalau nanti kamu merasa hal yang dibahas di kelompok kamu kurang rasional, coba ajukan argumen dengan data dibanding asumsi walaupun asumsi kamu rasional tingkat dewa. Agar selanjutnya argumen kamu cepat diterima forum. Nah, kalau nanti kamu mulai bosan dan teman-teman kamu pun tidur-tiduran, kamu perlu sabar loh ya! Tetaplah do research dan semangatin teman-teman! Malu loh kalau kelompok lain bisa do better tapi kelompok kita biasa biasa saja hiiih no way.
3. Perhatikan dan beri nama gadget kamu!
Jadi saat NatCon 2014 lalu, saat Lead Indonesia Challenge tepatnya, ada yang handphone nya hilang. Huhuhuhu sedih. Bahkan itu di Grha XL ya. Saat Lead Challenge tuh handphone dan Chromebook sudah bertebaran dimana-mana saking pusingnya. Jadi berikan label nama pada gadget kamu dan ingat selalu dimana kamu menaruhnya.

Semoga tulisan aku yang sepanjang jalan kenangan ini berguna yaaa 🙂

Happy National Conference!

Mendaftar NIDA Summer Camp

Pada tulisan (atau lebih tepat disebut ketikan) kali ini, aku akan menceritakan tentang pengalamanku menjadi peserta dalam 4th NIDA Summer Camp “Sufficient Economy for Sustainable Development.” Sebelumnya mari aku jelaskan apa itu NIDA supaya kamu tidak roaming, hehe. NIDA ialah nama kampus di Bangkok, Thailand. Kepanjangan dari NIDA adalah National Development of Development Administration. NIDA adalah kampus untuk program S2 dan S3, sehingga tidak ada undergraduate program.

  1. Kepo

Seperti biasa, aku yang memang selalu penuh rasa ingin tahu (dan ingin tempe, serta ayam goreng, ditambah nasi uduk, wgwgwg #abaikan) alias kepo ini selalu saja lihat-lihat social media. Biasanya aku memantau kesempatan di twitter @kampusupdate atau @IDstudentjob, seperti yang pernah aku tuliskan disini. Selain itu, aku juga biasanya kepo kesempatan ke luar negeri dengan memantau website International Office kampusku yaitu international.ui.ac.id lalu eksplor-eksplor deh.

Alhamdulillah, aku menemukan kesempatan 4th NIDA Summer Camp ini. Hal yang paling membuatku mupeng adalah karena kegiatan ini GRATIS kecuali biaya pesawat. Yah, dari informasi yang tersedia kira-kira ini yang gratis:

  • Penginapan
  • Makan sehari-hari
  • Biaya Wisata

Hal yang paling membuat semangat tinggi adalah saat melihat itinerary yang disediakan. Nih ya aku berikan deh itinerary, biar kamu ikutan tahun depan hehehe.

Itinerary 4th NIDA Summer Camp

Bagaimana seru kan? Asik kan? Alhamdulillah kan? Tuh ya, selama kita mau mencari kesempatan, in sha Allah kesempatan selalu terbentang kok.

  1. Mengajukan Pendaftaran

Setelah aku buka situs NIDA dan membaca mengenai 4th NIDA Summer Camp, akhirnya aku mengetahui proses pendaftarannya. Aku rasa sih bisa saja aku daftar sendiri ke NIDAnya, tapi menurut informasi di situs International Office (IO) ya aku perlu mendaftar melalui IO kampusku. Yasudahlah ya, lewat IO saja kayaknya lebih resmi.

Tapi sih ya, dari IO agak bagaimana gitu. Jadi gini, IO itu mensyaratkan beberapa hal seperti minimal dan maksimal semester berapa, skor TOEFL berapa, dsb agar bisa ikut 4th NIDA Summer Camp. Intinya sih IO akan menyeleksi terlebih dahulu, huhuhu. Yah, bagaimana yah, berarti kan jadinya makin dipertipis saja kesempatan ini. By the way, yaudah tidak apa-apa.

Berikut ini ialah prosedur pendafraran yang aku lalui.

  • Mengisi Formulis Aplikasi

Standar saja kok, ya isi saja gitu formulirnya.

  • Melampirkan Paspor

Aku scan bagian Identitas Diri di paspor.

  • Melampirkan Transkrip Nilai

Aku mintakan Transkrip Nilai di fakultasku.

  • Membuat Esai

Ada tema tertentu, sehingga esainya tidak bebas tema. Dituliskan dalam bahasa Inggris dan minimal 1000 kata. Hahaha, bayangkan betapa aku perlu berpikir lebih dan membaca sana-sini. Kalau tidak salah esainya tentang Sufficient Economy sesuai tema NIDA Summer Camp 2015 ini.

  • Membuat Motivation Letter

Aku buat 1 halaman motivation letter dalam bahasa Inggris tentunya.        Biasanya sebelum membuat motivation letter, aku googling sana-sini dulu supaya motivation letter buatanku tidak kalah bagus dengan buatan orang lain. Hehe.

  • Melampirkan Curricculum Vitae (CV)

Duh perlu sekali loh membuat CV sejak awal masuk kuliah serta selalu memperbaruinya. Jadi kalau ada persyaratan yang meminta CV, kita sudah siap.

  1. Pengumuman!

Setelah menunggu kira-kira 1 bulan lebih, akhirnya datanglah sebuah e-mail yang sangat Alhamdulillah. Yaudah deh, aku diminta konfirmasi dan diminta mengirimkan jadwal keberangkatan serta detail penerbangannya.

Daftar NIDA 2

  1. Persiapan sebelum ke Thailand

Tiket Pesawat

Selain konfirmasi, tentunya aku perlu membeli tiket pesawat dan itu berarti butuh uang dong ya syalalalala. Mana aku suka gaya-gaya-an, maunya pakai maskapai Garuda Indonesia. Yah, karena selain pelayanannya bagus, bangga saja gitu, huhu maafkan padahal belum bisa cari uang. Akhirnya aku bicarakan dengan Ibuku. Awalnya Ibuku menyarankan pakai maskapai AirAsia atau Tiger Air. Duh, tapi aku tidak mau.

Hem bagaimana ya, seorang temanku bilang pesawat AirAsia jelek soalnya, tapi ada juga sih temanku yang bilang menggunakan AirAsia itu asik karena murah, bisa pakai bagasi dan dapat makan juga. Anyway, pemilihan pesawat itu kan taruhannya keselamatannya jiwa kan ya? Yaudah aku akhirnya pakai Thai Airways aja hahahaha.

Jadi emang sih ada diskon 20% tiket Garuda Indonesia untuk sivitas akademika UI, tapi tetap saja masih mahal. Kalau tidak salah seperti ini.

Tiket Garuda Indonesia setelah diskon       : IDR 5.800.000

Tiket Thai Airways                                       : IDR 3.700.000

Tiket Low-Cost Airlines seperti AirAsia        : di bawah IDR 2.500.000

Alhamdulillahnya, aku memang tidak mendapatkan yang aku inginkan. Tapi Ibu akhirnya yang memilihkan Thai Airways untukku hehehe. Tuh lihat kan betapa sayangnya orang tua. Hiks, semoga saat aku jadi orang tua bisa seperti Ibuku ya, kamu juga ya. Aamiin.

NusaTrip.com

Aku pesan tiket pesawat melalui situs nusatrip.com, sebenarnya aku rasa skyscanner.com dapat mencarikan tiket yang lebih murah sih. Tapi…….kalau melalui skyscanner.com itu kan dicarikan yang termurah jadi kadang belum termasuk bagasi. Duh, aku paling malas kalau bagasinya belum jelas. Nanti kena charge lagi atau harus bayar terpisah, aku lebih suka yang all in one. Menurut aku yang all in one ya di nusatrip.com hehe.

TAPI! Aku tahu yang lebih murah loh, tapi tahunya setelah sudah pulang dari Thailand. Yaitu via.com, coba deh. via.com itu all in one juga kok dan somehow aku merasa itu murah banget OMG! Beneran deh, eh atau aku berlebihan ya? Haha, entahlah, coba saja kamu cek website itu. Lalu bandingkan dengan situs booking tiket pesawat lainnya.

LINE Group

Nah, delegasi dari Indonesia yang diterima ada 11 orang yang berasal dari kampus-kampus berbeda di kota dan provinsi berbeda. Alhamdulillah ada seorang teman yang berinisiatif untuk membuat grup di LINE untuk mengenal satu sama lain serta janjian ini dan itu hehehe.

Kira-kira itu dulu deh yang bisa aku ceritakan. Sebenarnya aku mau cerita soal bagaimana perjalanan di Thailand selama mengikuti NIDA Summer Camp. Tapi mungkin di tulisan selanjutnya ya hehehe. Kalau kebanyakan tulisan, kamu juga pasti lelah membacanya kan? Hoho. Maafkan aku sok tahu.

Semoga tulisan aku ini bermanfaat. Semoga yang tahun depan mau mendaftar NIDA Summer Camp terpilih ya, in sha Allah 🙂

Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat. Semoga tahun 2016 nanti kamu daftar NIDA Summer Camp dan terpilih ya 🙂