Mendaftar NIDA Summer Camp

Pada tulisan (atau lebih tepat disebut ketikan) kali ini, aku akan menceritakan tentang pengalamanku menjadi peserta dalam 4th NIDA Summer Camp “Sufficient Economy for Sustainable Development.” Sebelumnya mari aku jelaskan apa itu NIDA supaya kamu tidak roaming, hehe. NIDA ialah nama kampus di Bangkok, Thailand. Kepanjangan dari NIDA adalah National Development of Development Administration. NIDA adalah kampus untuk program S2 dan S3, sehingga tidak ada undergraduate program.

  1. Kepo

Seperti biasa, aku yang memang selalu penuh rasa ingin tahu (dan ingin tempe, serta ayam goreng, ditambah nasi uduk, wgwgwg #abaikan) alias kepo ini selalu saja lihat-lihat social media. Biasanya aku memantau kesempatan di twitter @kampusupdate atau @IDstudentjob, seperti yang pernah aku tuliskan disini. Selain itu, aku juga biasanya kepo kesempatan ke luar negeri dengan memantau website International Office kampusku yaitu international.ui.ac.id lalu eksplor-eksplor deh.

Alhamdulillah, aku menemukan kesempatan 4th NIDA Summer Camp ini. Hal yang paling membuatku mupeng adalah karena kegiatan ini GRATIS kecuali biaya pesawat. Yah, dari informasi yang tersedia kira-kira ini yang gratis:

  • Penginapan
  • Makan sehari-hari
  • Biaya Wisata

Hal yang paling membuat semangat tinggi adalah saat melihat itinerary yang disediakan. Nih ya aku berikan deh itinerary, biar kamu ikutan tahun depan hehehe.

Itinerary 4th NIDA Summer Camp

Bagaimana seru kan? Asik kan? Alhamdulillah kan? Tuh ya, selama kita mau mencari kesempatan, in sha Allah kesempatan selalu terbentang kok.

  1. Mengajukan Pendaftaran

Setelah aku buka situs NIDA dan membaca mengenai 4th NIDA Summer Camp, akhirnya aku mengetahui proses pendaftarannya. Aku rasa sih bisa saja aku daftar sendiri ke NIDAnya, tapi menurut informasi di situs International Office (IO) ya aku perlu mendaftar melalui IO kampusku. Yasudahlah ya, lewat IO saja kayaknya lebih resmi.

Tapi sih ya, dari IO agak bagaimana gitu. Jadi gini, IO itu mensyaratkan beberapa hal seperti minimal dan maksimal semester berapa, skor TOEFL berapa, dsb agar bisa ikut 4th NIDA Summer Camp. Intinya sih IO akan menyeleksi terlebih dahulu, huhuhu. Yah, bagaimana yah, berarti kan jadinya makin dipertipis saja kesempatan ini. By the way, yaudah tidak apa-apa.

Berikut ini ialah prosedur pendafraran yang aku lalui.

  • Mengisi Formulis Aplikasi

Standar saja kok, ya isi saja gitu formulirnya.

  • Melampirkan Paspor

Aku scan bagian Identitas Diri di paspor.

  • Melampirkan Transkrip Nilai

Aku mintakan Transkrip Nilai di fakultasku.

  • Membuat Esai

Ada tema tertentu, sehingga esainya tidak bebas tema. Dituliskan dalam bahasa Inggris dan minimal 1000 kata. Hahaha, bayangkan betapa aku perlu berpikir lebih dan membaca sana-sini. Kalau tidak salah esainya tentang Sufficient Economy sesuai tema NIDA Summer Camp 2015 ini.

  • Membuat Motivation Letter

Aku buat 1 halaman motivation letter dalam bahasa Inggris tentunya.        Biasanya sebelum membuat motivation letter, aku googling sana-sini dulu supaya motivation letter buatanku tidak kalah bagus dengan buatan orang lain. Hehe.

  • Melampirkan Curricculum Vitae (CV)

Duh perlu sekali loh membuat CV sejak awal masuk kuliah serta selalu memperbaruinya. Jadi kalau ada persyaratan yang meminta CV, kita sudah siap.

  1. Pengumuman!

Setelah menunggu kira-kira 1 bulan lebih, akhirnya datanglah sebuah e-mail yang sangat Alhamdulillah. Yaudah deh, aku diminta konfirmasi dan diminta mengirimkan jadwal keberangkatan serta detail penerbangannya.

Daftar NIDA 2

  1. Persiapan sebelum ke Thailand

Tiket Pesawat

Selain konfirmasi, tentunya aku perlu membeli tiket pesawat dan itu berarti butuh uang dong ya syalalalala. Mana aku suka gaya-gaya-an, maunya pakai maskapai Garuda Indonesia. Yah, karena selain pelayanannya bagus, bangga saja gitu, huhu maafkan padahal belum bisa cari uang. Akhirnya aku bicarakan dengan Ibuku. Awalnya Ibuku menyarankan pakai maskapai AirAsia atau Tiger Air. Duh, tapi aku tidak mau.

Hem bagaimana ya, seorang temanku bilang pesawat AirAsia jelek soalnya, tapi ada juga sih temanku yang bilang menggunakan AirAsia itu asik karena murah, bisa pakai bagasi dan dapat makan juga. Anyway, pemilihan pesawat itu kan taruhannya keselamatannya jiwa kan ya? Yaudah aku akhirnya pakai Thai Airways aja hahahaha.

Jadi emang sih ada diskon 20% tiket Garuda Indonesia untuk sivitas akademika UI, tapi tetap saja masih mahal. Kalau tidak salah seperti ini.

Tiket Garuda Indonesia setelah diskon       : IDR 5.800.000

Tiket Thai Airways                                       : IDR 3.700.000

Tiket Low-Cost Airlines seperti AirAsia        : di bawah IDR 2.500.000

Alhamdulillahnya, aku memang tidak mendapatkan yang aku inginkan. Tapi Ibu akhirnya yang memilihkan Thai Airways untukku hehehe. Tuh lihat kan betapa sayangnya orang tua. Hiks, semoga saat aku jadi orang tua bisa seperti Ibuku ya, kamu juga ya. Aamiin.

NusaTrip.com

Aku pesan tiket pesawat melalui situs nusatrip.com, sebenarnya aku rasa skyscanner.com dapat mencarikan tiket yang lebih murah sih. Tapi…….kalau melalui skyscanner.com itu kan dicarikan yang termurah jadi kadang belum termasuk bagasi. Duh, aku paling malas kalau bagasinya belum jelas. Nanti kena charge lagi atau harus bayar terpisah, aku lebih suka yang all in one. Menurut aku yang all in one ya di nusatrip.com hehe.

TAPI! Aku tahu yang lebih murah loh, tapi tahunya setelah sudah pulang dari Thailand. Yaitu via.com, coba deh. via.com itu all in one juga kok dan somehow aku merasa itu murah banget OMG! Beneran deh, eh atau aku berlebihan ya? Haha, entahlah, coba saja kamu cek website itu. Lalu bandingkan dengan situs booking tiket pesawat lainnya.

LINE Group

Nah, delegasi dari Indonesia yang diterima ada 11 orang yang berasal dari kampus-kampus berbeda di kota dan provinsi berbeda. Alhamdulillah ada seorang teman yang berinisiatif untuk membuat grup di LINE untuk mengenal satu sama lain serta janjian ini dan itu hehehe.

Kira-kira itu dulu deh yang bisa aku ceritakan. Sebenarnya aku mau cerita soal bagaimana perjalanan di Thailand selama mengikuti NIDA Summer Camp. Tapi mungkin di tulisan selanjutnya ya hehehe. Kalau kebanyakan tulisan, kamu juga pasti lelah membacanya kan? Hoho. Maafkan aku sok tahu.

Semoga tulisan aku ini bermanfaat. Semoga yang tahun depan mau mendaftar NIDA Summer Camp terpilih ya, in sha Allah 🙂

Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat. Semoga tahun 2016 nanti kamu daftar NIDA Summer Camp dan terpilih ya 🙂

Mengurus Perpanjangan Paspor Online

Akan ada suatu hari dalam kehidupan dimana kita pasti butuh untuk membuat paspor atau memperpanjang paspor untuk suatu keperluan. Biasanya yang kita ketahui adalah mengurus paspor di Kantor Imigrasi terdekat. Alhamdulillahnya, di zaman yang canggih ini selain bisa cari pacar atau suami online, pembuatan paspor pun bisa online. Nice! Eh tunggu dulu ya, tapi tidak berarti kita buat secara online saja lalu PUFF paspor kita jadi, tetap saja kita perlu ke kantor Imigrasi. Ya, proses pelayanan paspor online ini tentunya hanya untuk mempercepat dan mempermudah proses pelayanan paspor.

Suatu hari dalam kehidupan yang mana perpanjangan paspor diperlukan akhirnya datang padaku di awal 2015. Setahuku sih mengurus apapun di kantor-kantor pemerintahan tuh lama, tidak asik, panas, penuh calo yang tinggal bayar semua diurus. Alhamdulillah lagi karena hasil googling dan membaca tulisan-tulisan online mengenai perpanjangan paspor, aku mengetahui bahwa perpanjangan paspor bisa dipermudah dengan layanan paspor online. Berikut ini adalah cara yang aku lakukan dalam rangka memperpanjang paspor pada Januari 2015 lalu.

Step 1 – Daftar Secara Online

Daripada berpanas-panas ria yang membuat kulit kita berperang dengan UV-A dan UV-B, mending bilang Alhamdulillah sambil buka website imigrasi.go.id. Nah terus kamu bisa eksplor sendiri website tersebut, atau ikuti petunjukku berikut ini.

  • Klik Layanan Publik

Paspor Online 1

  • Pada bagian Layanan Online, Klik Layanan Paspor Online

Paspor Online 2

  • Pada bagian tengah langsung pada halaman selanjutnya, klik Pra Permohonan Proposal

Paspor Online 3

  • Isi data-data yang diminta serta klik Lanjut sampai bagian Pembayaran

Paspor Online 4

  • Sampai bagian 3 yaitu Proses Pembayaran, kita tidak bisa melanjutkan pengisian sebelum melakukan pembayaran. Lalu kamu akan mendapatkan e-mail seperti di bawah ini disertai lampiran berupa Bukti Pengantar ke Bank

Paspor Online 5

Paspor Online 6

Step 2 – Pergi ke Bank BNI

Pastinya bukan untuk buka tabungan ya, tapi untuk setor tunai biaya perpanjangan paspor. Maka, perlu untuk mencetak BUKTI PENGANTAR KE BANK yang telah dikirimkan melalui e-mail. Setelah membayar, kamu akan mendapatkan bukti pembayaran dari bank yang didalamnya tertera Nomor Konfirmasi Pembayaran.

Step 3 – Lanjutkan Proses Online

Setelah membayar di bank sudah dilakukan, selanjutnya buka e-mail yang telah didapat sebelumnya.

  • Klik LANJUT atau copy-paste URL yang diberikan dalam e-mail tersebut
  • Lanjutkan pengisian data dengan mengetikkan Nomor Konfirmasi
  • Pilih tanggal untuk melakukan wawancara dan foto
  • Jika proses pengisian sudah lengkap, maka akan mendapatkan e-mail lagi yang seperti ini disertai lampiran yang berupa Tanda Terima Permohonan

Paspor Online 7

Paspor Online 8

Step 4 – Siapkan Dokumen

Sebelum berangkat ke kantor imigrasi yang dipilih, pastikan dokumen-dokumen di bawah ini telah kamu siapkan ya di rumah.

  • Akte Kelahiran dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4
  • Kartu Keluarga dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4
  • KTP dan satu lembar fotokopiannya dalam ukuran A4, walaupun ukurannya kecil setelah difotokopi, kertas tidak perlu dipotong
  • Paspor lama dan satu lembar fotokopiannya di bagian Identitas Diri

Catatan : Bawa dokumen asli untuk dokumen yang disebutkan di atas dan struk pembayaran dari bank.

Ohiya! Berdasarkan, salah satu sumber disebutkan bahwa akan ada e-mail selanjutnya yang berisis formulir pribadi. Namun seingatku dan setelah aku cek pada kotak masuk e-mail, tidak ada pengiriman formulir pribadi. Mungkin diisinya di kantor imigrasi, entahlah aku lupa.

Step 5 – Wawancara dan Foto di Kantor Imigrasi

Biasanya kantor imigrasi buka pukul 08.00 – 14.00 untuk mengurus paspor. Pastikan kamu datang pagi dengan membawa dokumen yang telah kamu siapkan, untuk mengantri nomor. Jadi saat datang tanya saja ke satpam bagian pengurusan paspor online dimana, karena tempatnya berbeda untuk pengurusan paspor yang dari awal di kantor imigrasi tanpa proses online.

  • Nanti setelah pengecekan dokumen, kamu akan mendapatkan map dan nomor antri wawancara dan foto.

Paspor Online 9

  • Setelah itu kamu akan duduk menunggu sambil melihat layar dan berharap nomor antri kamu segera keluar.

Paspor Online 10

  • Jika kamu telah menyelesaikan proses wawancara dan foto, kamu akan mendapatkan semacam bukti permohonan paspor. Aduh tapi lupa aku foto kertasnya.

Step 6 – Tunggu 3 Hari dan Ambil Paspormu

Setelah menunggu dengan kalem selama kurang lebih 72 jam, maka tiba saat paspor baru kamu dapat diambil. Datang saja ke kantor imigrasi, lalu lihat dimana tempat pengambilan paspor. Kalau di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur, saat datang kita perlu menaruh semacam bukti permohonan paspor yang kita dapat sebelumnya seperti gambar di bawah ini. Sudah deh tunggu saja nama kamu dipanggil Mbak-Mbak petugas.

Kira-Kira begitu keseluruhan proses perpanjangan paspor yang aku lakukan. Semoga bermanfaat.

Hey, I am using KLIA Express!

One thing that I don’t like but I can’t avoild when I go abroad is walking while carrying my luggage. If I have more money, I think I prefer to use taxi or rent a car. I like walking, really, but only if I carry a backpack not a luggage. Another thing that I prefer is using train, it is much easier for me to get to my destination with a train instead of using public bus.

Just last month, I went to Malaysia, especially Selangor. When it came to my time to go back to Indonesia, I was confused what public transportation I have to use to go to the airport. Then one of my friend told me to use KLIA Transit, but to reach the KLIA Transit I have to go to KL Sentral. Luckily my hotel was located in Ampang, not really far from Kuala Lumpur. KL Sentral or Kuala Lumpur Sentral is a transit hub, get to know more about KL Sentral here.

Alhamdulillah, my friend took me to KL Sentral by her car. No need to use public transportation to go there, especially because I had a big luggage to carry on. Then I asked some people where to but the ticket for using KLIA Transit. Alhamdulillah again, I saw a big information board titled ‘KLIA Express.’ It just came in my mind that KLIA Express might be a better transportation to go to Kuala Lumpur International Airport. Then when my friend asked the girl on the ticket counter, the girl said that I better use KLIA Express to go to the airport.

I walked a little bit, to another ticket counter. I had to pay 35 RM or about 10 USD. I was so happy because I didn’t have to carry my luggage in a long time. KLIA Express is a train actually. Then I was waiting for the elevator. But then, I was getting confused about which floor button I have to press, because no information inside the elevator. I was started to panic, but I haven’t press any button yet. Only 1 minutes later, the elevator is opened because a man and a porter want to use the elevator too. One of them was carrying a big luggage like mine, he pressed 1st floor button. Haha, I feel relieved. Somehow I think maybe I have to go to the 1st floor too.

When I already sat on the bench to wait for the train, by the way KLIA Express come every 20 minutes, I asked a woman whether this was the place to wait for KLIA Express to go to the airport. Fortunately, she said yes 🙂

THE BEST THINGS is this!

– There is a wi-fi in the waiting room for the KLIA Express to come.

– There is also a wi-fi inside the KLIA Express.

– It is only 28 minutes trip to go to the airport.

That is cool, right? BUT, I don’t know whether this is wrong or right, but inside the train there is no spot to place big luggage. So, I ended up placing my luggade near my seat at that time. I was spending time by chatting with my friends until I reached Kuala Lumpur International Airport 🙂

The image above is taken from this link.

Have a nice journey everyone!

Cukup Sekali Aku ke Malaysia

Kupikir cukup sekali aku ke Malaysia, kupikir tidak perlu berkunjung kesana lagi apapun urusannya, ku berpikir seperti itu setidaknya sampai tiga bulan lalu.

Kupikir cukup sekali aku ke Malaysia, ku mulai berpikir seperti itu pada tahun 2012, tahun dimana aku berkunjung ke Malaysia pertama kali bersama sahabatku, orang tua serta adiknya.

Kupikir cukup sekali aku ke Malaysia, kupikir seperti itu tepat setelah berlari pagi di area Damansara Height yang konon katanya Menteng-nye Jakarta.

Kupikir cukup sekali aku ke Malaysia, karena saat aku makan roti canai setelah lari pagi, dua orang eksekutif muda berbicara “Indonesia bukannya masih banyak yang miskin, kok orangnya bisa berkunjung kesini” dalam bahasa Inggris.

Untung saja saat itu sahabatku yang mendengarnya, bukan aku. Maka saat itu kupikir cukup sekali aku ke Malaysia.

Tapi sekarang berbeda, justru rasanya aku ingin berkunjung lagi ke Malaysia.

Mari kusebutkan nama-nama yang menghuni hatiku dan membuatku ingin kembali ke Malaysia.

1. Athiah binti Mohd. Noor

2. Nadiah binti Mat Junoh

3. Tengku Farhana

Pada 31 Januari 2015 kemarin, kali kedua aku ke Malaysia. Alhamdulillah, ada saja rezeki untukku mengikuti acara yang benar-benar memberiku horison lain mengenai Islam. Pada acara tersebut bertemulah aku dengan 3 orang yang kusebutkan tadi. Awalnya kami tidak dekat, kami teman satu grup di acara tersebut. Rasa-rasanya pembicaraan kami tidak terlalu dalam, tapi bisa dipastikan kami makan hampir selalu satu meja bersama. Mereka selalu menjaga satu kursi untuk ku tempati. Ada saja hal-hal yang membuat kami tertawa bersama. Bagian paling kuingat adalah saat mereka membelikanku baju kurung atau dikenal sebagai baju tradisional Malaysia. Betapa tidak air mata ingin sekali keluar saat aku harus kembali ke Jakarta. Betapa aku melihat persaudaraan yang menyenangkan saat bersama mereka 🙂

IMG-20150207-WA0005(1)

Looking For Low Price Korean Souvenirs?

During my stay in Seoul on July – August 2013, I visited some places especially place to but korean souvenirs. As I gained experience in South Korea, I still remember people back in my hometown. My mom, my dad, my brother, my grandma and grandpa, my aunts, my uncles, my cousins, my best friend, my friends in college, etc. I wanted to give them some present or maybe a souvenirs, exactly anything that made in Korea hahaha. Before I went to Seoul, of course I seek some information about which places that sell souvenirs. Below are some places that I went there when I was in Seoul.

1. INSADONG

Insadong Market

See more info about getting to go to Insadong in here or here. I went nearby Insadong with my friends back then, but I don’t find it really interesting. Maybe I was just too tired at that time, because it was afternoon. I still remember that Insadong really a tourist-friendly place, the place was not too crowded. You can buy souvenirs in Insadong, even I didn’t go there but I suggest you to just window shopping there and ask the seller about the souvenir’s price. So when you go to another places that also sell souvenirs, you can make a price comparison.

2. DONGDAEMUN

Dongdaemun: Doota Mall

Craving for Korean style clothing? This is the right place. There were clothing stores that sell in high price and low price, you choose. There were some building, I just keep going at that time. I move to one building to another, window shopping, sometimes I enter store that captured my eyes. There were souvenir sellers inside a building or just a street seller. I asked the price, I didn’t make any judgement whether it was expensive or cheap because that was the first place I look for souvenirs. Know more about Dongdaemun and how to get there by clicking this.

3. NAMDAEMUN

Namdaemun Market

THIS IS THE PLACE. I went to namdaemun market, at that time I and my friends were going everywhere. We were so curious about every building, everything that the sellers sell. First, we were going to Tourist Information in namdaemun market. Then we took steps from one building to another, one side of street to another. I don’t really remember which building I entered, but I found korean souvenirs at good prices. Really! I only remember an ORANGE BUILDING. I entered the building, I was going here and there, the place exactly not in the 1st floor. The price is really really worth it, I even came back twice haha. Thirsd actually, the second time was like a holiday so the store was closed. Please don’t buy at the street sellers if you want low price, except you don’t mind about price. Find out about namdaemun here and namdaemun map in here.

IMG_20150108_213112

I bought some souvenirs such as keychain, refrigerator magnet, mini purse, pencel case, I even bought ceramic things. I just love the price in that orange building seller. It was worth it to spend money for souvenirs there. I am very sorry I really forget about the price, hem maybe it is 1000 Won for the pencil case. But the pencil case in the picture is 1200 Won, because it has  good colors than regular pencil case.

By the way I found out the orange building is Daedong Shopping Centre, I read about that in here. One more thing, to confirm that I am not the only one that think the orange building has cheap price for souvenirs, just read this.

Feel free to contact me if you want to know more about low price souvenirs in Seoul, maybe I can help 🙂

Image source: Source 1, Source 2, Source 3

Happy Traveling to Seoul 😀

Moneychanger Ayu Masagung & Mencari Turkish Lira

I. Mencari Turkish Lira di Moneychanger Ayu Masagung

Memiliki mata uang sebuah negara adalah harus saat kamu mau pergi ke suatu negara. Ya bisa jadi kalau kamu mau ke salah satu negara di Eropa, kamu hanya perlu bawa Euro, tak perlu repot menukarkan ke mata uang Zloty kalau mau ke Polandia atau Rubel kalau mau ke Rusia. Eh benar kan ya yang aku tulis tadi? Benar lah ya hihi. Lain hal nya kalau kamu ke negara lain selain di benua Eropa. Waktu aku mau ke Turki, aku sedikit kebingungan mencari Turkish Lira (TL). Setelah gooling aku jadi tahu kalau di Turki juga bisa pakai Euro, tapi kalau kita pakai Euro nanti saat kita beli sesuatu harganya bakalan jadi lebih mahal. Lagipula lebih aman punya TL lah ya, iya nggak? Iya aja dong. Hehe.

Berbekal rupiah di dalam tas, aku pun pergi ke moneychanger di Kwitang, Jakarta Pusat. Namanya PT. Ayu Masagung yang berlokasi di Jl. Kwitang No. 38 Jakarta, nomor teleponnya di (021)3103375. Kenapa aku ke moneychanger tersebut, simpelnya karena Mama yang bilang kalau tukar uang ya disitu saja. Jadi gini, 2010 lalu saat aku dan Mama mau pergi ke suatu negara, Mama minta aku untuk tukar uangnya ya di moneychanger PT. Ayu Masagung. Karena Mama selalu bisa diandalkan, akupun selalu percaya pilihan Mama. Oh iya, akhirnya karena rasa ‘kepo’ aku yang cukup besar, aku googling mengenai PT. Ayu Masagung. Beberapa sumber menyebutkan bahwa moneychanger tersebut memang dipilih karena rate nya tidak jauh berbeda dengan rate dari Bank Indonesia. Hemm, kalau kamu tanya rate itu apa, aku juga bingung rate itu apa hehe. Kalau sepengetahuanku yang tidak seberapa ini, rate itu adalah seberapa besar nilai tukar mata uang yang satu dengan mata uang lainnya. Gitu ya, kalau salah gapapa ya. Hiks.

Beberapa hal kalau kamu mau ke moneychanger PT. Ayu Masagung:

1. Bawa uang cash sejumlah yang kamu mau, tidak usah berpikir mau ambil di ATM. Karena di tempatnya tidak ada ATM, harus menyebrang dulu, jalan dulu gitu kalau mau ke ATM. Untuk aku yang saat itu sedang buru-buru rasanya kok ya ATM tuh jauh banget.

2. Ternyata PT. Ayu Masagung hanya menyediakan mata uang umum seperti US Dollar, GB Poundsterling, Euro, Japanese Yen, Korean Won, dan beberapa mata uang lain yang aku tidak hafal. Jadi? Jadi apa? JADI TIDAK ADA TL. Duh Ya Allah, sedihnya. Pelajaran penting, adalah kamu harus telepon dulu moneychanger yang kamu tuju ya siapa tahu mata uang yang kamu cari tidak ada, atau mata uang yang kamu cari ada namun persediaannya habis.

3. Kalau kamu dalam keadaan belum shalat, tenang saja! Moneychanger yang menjadi satu gedung dengan Toko Buku Gunung Agung memiliki mushalla kok di Lantai 4. Kalau kamu lapar juga ada salah satu restoran fastfood dalam gedung yang sama. Ya kalau kamu lapar ‘ilmu’ tinggal beli buku saja hehehe.

4. Santai saja kalau datang ke moneychanger ini sekitar jam 12-an, karena di moneychanger ini tidak ada waktu istirahat loh.

Nah, jadi bagaimana nasib pencarian TL ku ini? Aku pun googling mengenai dimana moneychanger di Jakarta yang menyediakan TL. Hasilnya sih ada beberapa moneychanger yang menjual TL, tapi kok ya halaman situsnya agak tidak meyakinkan. Akhirnya aku telepon saja kedutaan besar Turki untuk informasi yang lebih jelas. Kira-kira begini percakapannya ya.

Si Mbak Kedutaan : Halo, Selamat Siang.

Aku : Siang Mbak, saya mau tanya kalau mau tukar uang menjadi Turkish Lira kemana ya? Kok saya ke moneychanger di Kwitang dibilang Lira tidak tersedia.

Si Mbak Kedutaan : Oh, memang kalau di moneychanger ya tidak ada.

Aku : Oh jadi aku harus menukarkan uang dimana ya?

Si Mbak Kedutaan : Jadi, di Indonesia memang tidak ada perjanjian yang menyebutkan bahwa Turkish Lira beredar di Indonesia. Sehingga Mbak harus menukarkan uang di Turki langsung.

Aku : Oh gitu ya Mbak. Makasih banyak.

Si Mbak Kedutaan : Ya, sama-sama.

Hiks, jadi aku harus ke Turki ya untuk mendapatkan TL. Berhubung rupiah tercinta ini baru laku di dunia saat aku nanti jadi menteri, hehe, aku akhirnya kembali lagi ke moneychanger dan menukarkan uangku dengan Euro.

Hemmm, aku masih harus menukarkan uang lagi nih ternyata huhu, karena aku dikasih uang lagi sama Nenek aku, katanya takut aku disana terlantar. Huhuhu Alhamdulillah, betapa bersyukurnya aku, Nenekku masih punya rezeki bahwa untuk memberikan rupiah ke cucunya ini. Lalu dimana dong aku menukar uang tambahan itu? Tenang saja, di Bandara Soekarno-Hatta tepatnya terminal 2D ada kok moneychanger yang bukanya 24 jam. Saat aku menukarkan uang saja sekitar jam setengah 4 pagi. Kalau kamu tanya rate nya, hem aku tidak tahu, aku agak buru-buru. Tapi seingat aku rate nya biasa saja kok, tidak merugikan.

II. Mendapatkan Turkish Lira

Saat aku transit di Hamad International Airport di Qatar, aku bergegas mencari moneychanger untuk menukar Euro milikku menjadi TL. Setelah bertanya, aku menemukan moneychanger bernama ‘Travelex’. Kayaknya ini moneychanger cukup bonafide, counternya saja rapi dan bagus, petugasnya pakai jas kerja dan sigap (sepertinya). Langsung saja kukeluarkan uangnya Alia, Alia itu temanku yang bersama aku mau ke Istanbul hehe. Ternyata saudara-saudara, saat aku menerima TL kok aku merasa TL nya agak sedikit berkurang ya dari yang aku harapkan. Saat itu aku sudah googling terlebih dahulu, sehingga aku tahu kalau 1 USD = 2,28 TL. Kesimpulannya rate di Travelex tidak bagus, tidak ramah turis.

Travelex

Tuh lihat tuh. Kalau di google 1 USD = 2,28 TL, di Travelex 1 USD = 1,78 TL. Uh sebal, kesal, sedih. Jadilah aku tidak menukarkan uang aku semuanya, iya dong kan tidak mau rugi. Terus bagaimana dengan Alia? Huhuhu maaf Al, aku sudah terlanjur tukar uang. Aku juga sudah bilang ke Alia kok dan dia biasa aja, yeay!

Ohiya main sedikit hitung-hitungan yuk. Jadi ini perbandingan kalau kamu mendapat rate 1 USD = 2,28 TL dibanding dengan 1 USD = 1,78 TL. Dengan berbekal 300 USD kamu bisa mendapat:

– 684 TL dengan rate google.

– 534 TL dengan rate Travelex

Kan, benar kan, aku saja tidak usah pakai kalkulator sudah bisa menebak saat itu. Huhu. Jadi dimana dong cari Turkish Lira? Oke, mari aku ceritakan penggalan kisah kepulangan aku ke Indonesia. Jadi aku juga sudah googling dan aku jadi tahu kalau sebelum pulang sebaiknya kita tukarkan TL yang kita miliki ke USD atau Euro. Ya karena di Indonesia tidak ada penukaran mata uang TL, nanti sayang uangnya kalau memang sisa banyak. Akhirnya aku dan Alia mencari-cari moneychanger di Ataturk International Airport. Ketemu kok Alhamdulillah, ya memang moneychangernya tidak se-bonafide Travelex. Biasa saja. Tapi rate nya luar biasa! 1 USD = 2,22 TL. Tuh tuh tuh! Beda tipis dengan hasil dari google. Jadi kalau mau TL dengan rate bagus, tukarkan dulu rupiahmu ke Euro atau USD, tunggu sampai    di Ataturk International Airport dan carilah moneychanger disitu. Oh iya, aku juga menemukan 2-3 moneychanger lain di Ataturk International Airport dan aku lihat baik-baik papan yang menunjukkan rate nya. Alhamdulillah, rate nya hampir sama semua dengan rate yang dari google.

Happy Moneychanger-ing!

Visa ke Turki

Salah satu persyaratan masuk ke sebuah negara adalah memiliki visa. Visa itu ada banyak macamnya, ada Visa on Arrival (VoA) dimana visa bisa didapatkan setelah sampai di negara tujuan, contohnya jika kita berpergian ke negara di Asia Tenggara. Nah, masih dalam edisi menulis mengenai kesempatan (baca : rezeki) aku ke Turki, kali ini aku bakalan kasih tau mengenai visa ke Turki. Coba googling deh, pasti kamu bisa temukan beberapa informasi yang intinya mengacu pada dua hal yaitu:

1) Visa ke Turki dapat berupa Visa on Arrival, dimana kita bisa mengurus visa setelah mendaratkan kaki di Turki.

2) E-Visa, yaitu visa elektronik yang disediakan oleh pemerintah Turki. E-Visa ini dibuat melalui website dan dibayar dengan kartu kredit. Visanya akan berbentuk digital dan bisa dicetak pada kertas kalau kita mau.

Kalau aku, mencoba pilihan yang ke-2 yaitu E-Visa. Aku pilih visa elektronik karena kabar ‘burungnya’ kalau visa on arrival kita butuh antri dan kadang antriannya panjang. Duh, kalau biaya sama ya menurutku lebih baik visa elektronik saja. Kalau kamu berniat ke Turki dan menggunakan E-Visa, begini caranya ya.

1. Buka situs https://www.evisa.gov.tr/en/

E-Visa Homepage

2. Kamu ikuti saja petunjuknya, kalau kamu memang sangat tidak bisa bahasa Inggris, minta tolong pada temanmu ya hehe. Kamu klik Apply Now.

3. Nanti kamu diminta isi data, ya standar saja, yaitu nama, tanggal lahir, waktu keberangkatan, waktu kepulangan, dan sebagainya. Silahkan isi sesuai diri kamu ya, kalau bingung bisa tanya aku atau customer service nya kedutaan Turki.

E-Visa page 1

Pertama kamu akan diminta mengisi tentang Country Application. Lalu tekan Save and Continue.

E-Visa page 2

Masukkan tanggal berapa kamu sampai di Turki. Lalu tekan Save and Continue.

E-Visa page 3

Ketiga, isi data diri kamu. Lalu tekan Save and Continue.

E-Visa page 4

Terakhir, akan muncul halaman seperti ini. Tekan Verify dan tunggu saja nanti akan ada pesan baru di email kamu.

4. Setelah kamu melakukan verifikasi dengan membuka situs yang tertera di email kamu. Kamu akan beralih pada halaman pembayaran. Nah nanti kamu akan diminta membayar sebesar $25,7 ya kalau dirubah ke mata uang kita itu sekitar Rp 310.000,00. Gunakan kartu kredit ya, kalau aku pakai kartu kredit milik Mama hehe. Aku cuma punya kartu debit, kata Mama punya kartu kredit itu kurang baik.

Kamu akan diminta mengisi berapa nomor kartu kredit kamu, kode keamanan (security code), serta tanggal expired kartu kreditnya.

5. Dan…….pufff…….dalam 5 menit visa elektronik kamu akan jadi, selain bisa dibuka langsung di jendela browser, dikirimkan juga alamat situs visa elektronik kamu yang nantinya bisa di download dalam format pdf.

Visa Ready 1

Nanti akan muncul pesan baru setelah kamu melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Tekan download.

Visa Ready 2

Tekan ‘Download your e-Visa’ dan yaaaaa Alhamdulillah visa kamu berarti sudah jadi.

Catatan: Sebaiknya di print atau bawa hp/tablet/iPad kamu saat check-in atau imigrasi. Kalau aku sendiri sih tidak dicetak, jadi aku menunjukkan visa elektronik aku ke petugas melalui tab. Hehe agak repot sih ya pegang tablet gitu, tapi sayang kertasnya.

Sumber gambar : https://www.evisa.gov.tr/en/

Happy Traveling 🙂

Tiket Pesawat Hemat

Sebagian besar orang yang tentunya sadar pentingnya hemat atau sekedar tidak punya uang cukup, pastinya ingin tiket pesawat yang murah saat akan berpergian ke luar kota atau luar negeri. Jujur saja, pengaman aku tidak banyak tapi ya aku pernah membeli tiket ke luar negeri sendiri, ya benar-benar mengurus semuanya sendiri. Harga tiket pesawat berbeda-beda tergantung tujuannya dan beli tiketnya dimana. Nah ini sedikit yang aku tahu mengenai tiket pesawat yang lebih hemat :

1. Kalau kamu mau sekedar jalan-jalan di Asia Tenggara

Aku sarankan langsung saja buka website AirAsia, atau JetStar. Menurut saya dua maskapai tersebut tergolong murah atau kalau jika ingin membandingkan lagi bisa buka wego.co.id karena kadang saya juga membuka website tersebut. Yah, biasanya sih harga tiket dari Jakarta ke negara tujuan di Asia Tenggara akan murah, tapi tiket untuk kembali ke Jakarta nya itu loh yang mahal. Saking murahnya, salah satu teman aku sudah membeli tiket keberangkatan ke Thailand yang aku lupa tanggal berapa berangkatnya, tiket itu seharga Rp 150.000, murah sekali menurutku. Tapi temanku itu belum membeli tiket kembali ke Jakarta karena biayanya terbatas, wajarlah namanya juga backpacker hehe.

Catatan : Biasanya penerbangan murah seperti AirAsia hanya memberikan bagasi (baggage allowance) yang terbatas dan tidak mendapat fasilitas makanan. Jadi kalau kamu memang punya uang berlebih atau berniat bawa barang banyak, naik saja Garuda Indonesia atau maskapai lainnya.

Website wego.co.id

Website wego.co.id

2. Kalau kamu mau ke Asia atau Eropa dan negara di benua lainnya.

Alihkan situs pencarian tiket kamu ke skycanner.com atau kayak.com dimana dua situs tadi direkomendasikan salah satu blogger yang suka travelling yang aku lupa siapa huhu. Bayarnya biasanya pakai kartu kredit. Kalau memang mau ke negara yang cukup jauh seperti Eropa, kalau memang bisa ya diusahakan satu bulan sebelum keberangkatan karena harga tiket mendekati hari keberangkatan biasanya akan melonjak. Situs yang menurut aku paling murah sebenarnya ebookers.com sih hehe.

Catatan : Sebenarnya aku malas merekomendasikan ebookers.com ya karena masalah bagasi (lagi lagi). Harga tiket boleh murah tapi kadang bagasinya cuma di kabin sebesar 10 kg, atau kalau kita mau ya harus bayar setelah booking tiket pesawat. Duuuh, bayar bagasi setelah booking setauku mahal loh. Nah kalau kamu memang berniat backpacker atau kalau kamu nekat dan segitu pinginnya ke benua sana, yaudah sok atuh dipakai saja ebookers.com

Website skycanner.co.id

Website skycanner.co.id

3. Pengalaman beli tiket pesawat ke Korea Selatan

Tahun 2013 tepatnya bulan Juli awal, Alhamdulillah aku mendapat rezeki untuk pergi ke Seoul, ibu kota Korea Selatan. Nah, aku kala itu bingung mau pakai maskapai apa. Karena aku segitu cintanya sama Indonesia, jadilah yang terpikir pertama kali adalah membeli tiket melalui maskapai Garuda Indonesia. Ya aku juga tahu kalau Garuda Indonesia itu mahal. Alhamdulillah lagi, karena hobi aku browsing kesana kemari, aku pun tahun kalau pada periode keberangkatan aku berlaku diskon 20% dari Garuda Indonesia untuk kampusku. Jadi kampusku dimana hayo? hehe. Eh aku lupa antara 20% atau 25% gitu diskonnya. Seingat aku dari 10 juta sekian menjadi 8 juta rupiah. Waktu beli tiket aku melakukan pembelian online melalui website Garuda Indonesia, eh ternyata setelah menelepon customer service, setelah booking harus cepat-cepat ke counter Garuda Indonesia untuk melakukan pembayaran. Yasudah akhirnya aku membeli tiket dengan terburu-buru. Ohiya pastikan kamu membawa kartu debit atau kredit dari bank komersial seperti BCA, BNI, BRI, atau Mandiri ya karena aku hanya membawa kartu debit dari Bank Syariah dimana aku sampai harus menarik uang dari ATM untuk membayar tiketku.

Ohiya satu hal lagi, temanku ke Seoul juga naik KoreanAir dan kata mereka makanannya tidak enak. Kalau makanan dari Garuda Indonesia tidak usah ditanya, cocok kok sama lidah kita :p

Catatan : Ayo lebih kepo! Please kamu harus tau apa keuntungan yang kamu dapat sebagai mahasiswa kampus tertentu, pemilik rekening atau kartu kredit bank tertentu, anggota dari organisasi tertentu, dan nikmati privilege nya. Ya kadang prosesnya agak sedikit bikin repot sih, tapi kalau untuk diskon harga tiket pesawat, aku rasa worth it saja.

Website garuda-indonesia.com

Website garuda-indonesia.com

4. Pengalaman beli tiket pesawat ke Turki

Alhamdulillah Oktober 2014, rezeki ku datang lagi. Aku dapat kesempatan ke Istanbul, Turki. Masalahnya, aku sudah dapat dikategorikan terlambat dalam membeli tiket. Akhirnya, aku menggunakan jasa STA Travel yang berkantor di Menara Allianz lantai 27. Tiket yang aku dapat seharga $1005 atau kalau tidak salah IDR 12.300.000. Duh itu mahal loh bagi aku yang kerjanya masih minta uang Orang Tua tercinta. Tapi sih setau aku, beli tiket di STA Travel sudah terbilang murah dan kalau tidak salah salah satu syarat pembeliannya adalah kamu seorang student alias mahasiswa/pelajar. Sekalian beli tiket saya dibuatkan International Student Identity Card secara gratis (ISIC, apa itu ISIC dapat di cek di isic.co.id). Keuntungan memiliki ISIC banyak sekali loh, cek deh websitenya, aku belum mood cerita soal ISIC hehe. Kalau harga tiket yang aku dapat dibandingkan dengan harga tiket yang dipesan 2 minggu sebelum keberangkatan, ya jelas saya mahal, harga tiket yang tidak mendadak bisa 8 juta rupiah – 10 juta rupiah. Ohiya maskapai penerbangan aku Qatar Airways. Nah kembali ke harga tiket aku yang 12 juta rupiah itu. Sekembalinya aku dari Turki, seorang senior yang tahun lalu (atau dua tahun lalu ya, aduh aku lupa) ke Turki juga bahkan mendapatkan tiket seharga 14.700.000 rupiah. Duh Ya Allah, Alhamdulillah banget deh sama harga tiket pesawat aku. Ohiya soal bagasi sih tenang saja, tiketku itu sudah termasuk bagai 30 kg kok jadi aku bisa bawa pakaian banyak karena malas cuci baju heheheh. Satu lagi, makanan juga sudah dapat, all in deh pokoknya beli di STA Travel. Sampe kenyang aku di pesawat, beneran deh.

Catatan : Ayo yang masih student dan mau ke luar negeri dan agak mendadak keberangkatannya, beli tiket di STA Travel saja. Tapi kalau keberangkatan kamu sudah sebegitu terencana dan bahkan 2 bulan atau 1 bulan sebelum keberangkatan sudah bisa pesan tiket pesawat, aku sarankan browsing di situs pencarian tiket pesawat terbang dulu ya. Kalau memang mau pesan tiket di STA Travel Indonesia, langsung telepon saja ya, soalnya website (website lokal ya) mereka tidak update menurutku. STA Travel itu dibawah PT. Aviation Indonesia yaa.

Alamat STA Travel

Alamat STA Travel

5. Kalau kamu nggak percaya sama saran aku

Googling aja deh sebanyak-banyaknya hehe. Aku bisa aja salah kok.

Have a nice flight for everyone 🙂

Experiencing living with stranger, thanks to Couchsurfing.com

Before my departure to South Korea, I was deciding where to stay after my internship. I added 4 more days to stay in South Korea. The very main question is “where should I stay?”. I can stay in a hotel, or for the cheaper one I can choose any guesthouse. But from a travel book that I read, I know a website, couchsurfing.com.

Couchsurfing.com provides you a chance to be a host for a traveller and also provides a place for traveller who look for a cheaper (or maybe we can say it FREE) place to stay. But hey, it’s like picking a cat in a sacks (okay it’s an indonesian proverbs that I change to english, ehehehe). I just sending a request to some people in South Korea, but I don’t know them in person. One of them replied my request. Yeah, I finally have a place to stay.

My host name is Jeeyoon Back, I only contact her via kakao talk. Sometimes I thought how about she is not serious about giving me a place to stay. How about she has another important plan at the day when I should stay at her house and she decide to abandon me? But, I remove all the negative thinking and PUFF! at the day where I should leave from dormitory, Jeeyoon Back, a.k.a my host even picked me up with her car. Okay once more, A NICE STRANGER FROM COUCHSURFING.COM WAS PICKING ME UP TO TAKE ME TO HER PLACE.

Am I happy? OF COURSE. Jeeyoon Back is a very nice host. I was living in her apartment in Gwanak-Gu, Seoul. At a first time, I don’t know what to say, yeah just an awkward moments in her car. But finally I can freely talked with her.

So, do you dare to try couchsurfing.com?

Image

Lotte World : Prayer Room?

When I went to Lotte World, I find it hard to perform shalat (pray). At first, I already checked in internet about prayer room availability in Lotte World. I found this link http://english.visitkorea.or.kr/e_book/access/ecatalog.jsp?Dir=255&catimage=&callmode=&um=pt&cpage=34. I was glad at that moment because there was a prayer room on 4th floor of Lotte World. But then, when the time to do shalat was coming and I was getting confused which part of 4th floor that I could use to perform shalat, I asked a women in information desk.

Me : Ehm, chogiyo yongo haseyo?

Officer : Yes, may I help you?

Me : Is there any prayer room in lotte world?

Officer : What? Prayer room?

Me : Ehm, yeaah. (I make a body language that signs praying)

Office : Ah sorry, there’s no prayer room here

Me : But,……. I found a website that showed me place to pray in lotte world

Officer : Hemm, maybe you can pray in resting area ( The officer gave me a map of lotte world)

Okay, there were more than 1 resting area and I was going to 2nd floor. I followed the map, and found out that the resting area wass just like a corridor with a bench near the wall. Near that corridor there were some shop and even long queque for a game attraction. That resting area was full of people. Dear Officer in information desk, HOW CAN I PERFORM SHALAT??? I am going to be crazy. Because I am a little bit tired, I sat on a bench and I saw an Exit Stairs. I just got an idea to perform shalat in the Exit Stairs. I went downstairs because I think few people will go there. I performed my shalat. Yeah, there were some people come accross. About 3 times.

1st times : “Whoa, what is she doing” They seemed scared because of my praying clothes (mukenah) and they were running. It was disturbing for me, but what can I sat?

2nd time : “Hemm, (korean language)….kidoshil…” In Korea, kidoshil means prayer room. Maybe that people just understand that I need kidoshil.

3rd time : There was a woman, she didn’t even walk. Lucklily, it was the last part of my prayer. I told her to just keep walking because she didn’t even bother me.

I am going to ask korea tourism about this matter. As soon as possible.

In sleepy conditon after coming back from lotte world,

1.02 am

Ewha Dormitory